Banjir di DIY Surut, Warga Kembali ke Rumah
Kamis, 23 April 2015 - 09:09 WIB
Banjir di DIY Surut, Warga Kembali ke Rumah
A
A
A
JAKARTA - Banjir yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (22/4/2015) malam, surut pagi ini. Warga yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah.
"Kondisi saat ini sudah surut karena banjir muncul akibat hujan lebat. Warga sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Gatot Saptadi saat dihubungi Sindonews, Kamis (23/4/2015) pagi.
Menurut Gatot, yang patut diwaspadai warga adalah penyakit yang bisa timbul pascabanjir. Karena itu, Dinas Kesehatan setempat sudah melakukan assessment terkait hal itu..
Terkait kerusakan infrastruktur akibat banjir, Gatot mengatakan ada sebuah gorong-gorong di jalur provinsi, tepatnya di Pakem, yang tidak kuat menahan air sehingga lebar gorong-gorong yang semula 3 meter menjadi 6 meter. "Akibatnya, jalan tidak bisa dilalui," ujarnya.
Sebelumnya, banjir terpantau di 27 titik di sekitar Kali Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo. Sekitar 200 rumah terendam banjir. Daerah yang parah adalah Sayidan, Bintaran, Tegalrejo. Beberapa wilayah di Kabupaten Sleman juga terendam banjir. Sebagian adalah banjir lahar hujan sisa erupsi Gunung Merapi pada 2010.
"Kondisi saat ini sudah surut karena banjir muncul akibat hujan lebat. Warga sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Gatot Saptadi saat dihubungi Sindonews, Kamis (23/4/2015) pagi.
Menurut Gatot, yang patut diwaspadai warga adalah penyakit yang bisa timbul pascabanjir. Karena itu, Dinas Kesehatan setempat sudah melakukan assessment terkait hal itu..
Terkait kerusakan infrastruktur akibat banjir, Gatot mengatakan ada sebuah gorong-gorong di jalur provinsi, tepatnya di Pakem, yang tidak kuat menahan air sehingga lebar gorong-gorong yang semula 3 meter menjadi 6 meter. "Akibatnya, jalan tidak bisa dilalui," ujarnya.
Sebelumnya, banjir terpantau di 27 titik di sekitar Kali Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo. Sekitar 200 rumah terendam banjir. Daerah yang parah adalah Sayidan, Bintaran, Tegalrejo. Beberapa wilayah di Kabupaten Sleman juga terendam banjir. Sebagian adalah banjir lahar hujan sisa erupsi Gunung Merapi pada 2010.
(zik)