Pedagang Ngotot Pindah Usai Lebaran

Kamis, 23 April 2015 - 08:30 WIB
Pedagang Ngotot Pindah...
Pedagang Ngotot Pindah Usai Lebaran
A A A
SEMARANG - Kalangan pedagang Pasar Peterongan menolak pindah ke tempat relokasi sementara pada akhir bulan ini. Mereka meminta relokasi dilakukan setelah Lebaran.

Sikap dan permintaan para pedagang ini membuat pembangunan renovasi Pasar Peterongan terancam tidak selesai. Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pasar Kota Semarang di lokasi pasar kemarin, pedagang sepakat pemindahan harus dilakukan setelah Lebaran. “Kami juga meminta, ukuran lapak ditinjau kembali. Ukuran lapak seperti ini (1 x 1,5 m) apa bisa ditempati. Seandainya bapak (kepala dinas pasar) seorang pedagang, apa bisa menempati ukuran seperti ini,” ungkap perwakilan pedagang, Marsono saat menghadiri sosialisasi kemarin.

Sosialisasi yang rencananya dilanjutkan dengan pengundian lapak akhirnya batal dilakukan. Penyebabnya, pedagang tetap ngotot tidak mau menempati bangunan lapak yang sudah jadi. Bahkan, mereka berencana mengadukan persoalan kepada DPRD. “Kami mendukung pembangunan pasar. Cuma minta toleransi waktu saja. Apabila kepala dinas tidak legowo , kami akan mengajukan hak prerogratif ke Dewan dan wali kota. Kan bisa pembangunan lima bulan itu dilembur. Kami juga ingin pembangunan ini selesai tepat waktu, tidak seperti pembangunan pasar lainya,” tandas Marsono.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengatakan pembangunan Pasar Peterongan akan dilaksanakan pada Mei tahun ini. Pekerjaan pembangunan ini sudah pada proses pelelangan. Sehingga kalau relokasi pedagang ke tempat penampungan lapak sementara itu mundur, maka pekerjaan nantinya juga bisa mundur sehingga dikhawatirkan tidak akan selesai.

“Kalau saya pribadi tidak apa-apa, memang itu momentum Lebaran. Tapi pembangunan pasar akan memakan waktu tujuh bulan. Kalau pelaksanaan pembangunannya mundur dan tidak selesai, nanti juga pasti saya yang dianggap tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. Saya bisa terkena masalah hukum. Karena saya pengguna anggaran,” katanya.

Selain itu, apabila pembangunan di tahun ini tidak selesai, pembangunan pasar ini dikhawatirkan akan mangkrak. Anggaran tahun ini sebesar Rp35 miliar, di mana Rp2,3 miliar dipakai untuk pembangunan lapak sementara.

“Pembangunan ini memakan waktu 6-7 bulan dan berakhir Desember. Wali kota juga mengintruksikan supaya pembangunan ini selesai satu tahun anggaran,” ujarnya. Trijoto Sardjoko mengaku bersedia jika nantinya akan dipanggil Dewan dan wali kota terkait persoalan tersebut.

M abduh
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
14 menit yang lalu
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
15 menit yang lalu
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
1 jam yang lalu
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
1 jam yang lalu
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
2 jam yang lalu
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
2 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved