310 Atlet Jalanin Tes Fisik

Selasa, 21 April 2015 - 10:14 WIB
310 Atlet Jalanin Tes...
310 Atlet Jalanin Tes Fisik
A A A
BANDUNG - Setelah pekan lalu para atlet Jawa Barat yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 menjalani tes kesehatan, kini sebanyak 301 atlet unggulan yang berpotensi meraih medali emas itu menjalani tes fisik.

Tes fisik digelar dari tanggal 16-22 April 2015 di Laboratorium Sport Science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Tes meliputi fleksibiliAtas, keseimbangan, kelincahan dan reaksi, kekuatan fisik, daya tahan otot lokal, power, serta daya tahan cardiorespiratory. Ketua Prodi Ilmu Keolahragaan (IKOR) FPOK UPI, Agus Rusdiana menegaskan, untuk meraih Jabar Kahiji di perhelatan multi event empat tahunan itu, tes fisik diharapkan tidak hanya sekali saja, namun periodik dan berlanjut.

Dia meyakini, jika tes fisik dengan memanfaatkan sport sciencetersebut secara periodik, di PON mendatang Jabar Kahiji bisa tercapai. Bahkan, dia meyakini para pahlawan olahraga ini bisa mengalahkan pesaingnya yaitu Jawa Timur yang sudah lebih dahulu melakukan pemusatan latihan dan memanfaatkan jasa konsultan dari luar negeri. Hasil dari tes ini, lanjut Agus, akan diberikan kepada pelatih dalam gelaran workshop. Setelah itu pihaknya akan memberikan pendampingan kepada setiap cabang olahraga supaya para pelatih ini bisa membuat program latihan yang benar.

“Paling tidak dilakukan empat kali tes hingga PON nanti. Hasilnya akan kami berikan kepada pelatih, kemudian dievaluasi untuk selanjutnya dibuatkan program,” katanya. Pada tes fisik ini, Agus berharap para pelatih datang untuk bisa melihat kondisi para atletnya. Dengan menggunakan peralatan canggih tersebut, hasil yang dihasilkan adalah absolut bukan prediksi. Pasalnya dengan menggunakan peralatan digital ini, dia mengklaim keakuratannya mencapai 95%, karena hasil laboratorium divalidasi.

Jika memang tes ini berlanjut, piahknya berharap empat bulan kemudian para atlet kembali dites untuk dilihat perkembangannya. Jika hasilnya tidak maksimal, kata Agus, dia juga akan melihat program seperti apa yang diberikan kepada para atlet dari setiap cabor. Sehingga bisa diketahui letak kekurangannya

“Di sinilah pentingnya penggunaan sport sciencebagi dunia olahraga. Instrumen dan parameter pengukurannya jelas, programnya juga disesuaikan, terlihat progres, prestasi pun bisa diraih,”pungkasnya.

Panji qadhaf
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
7 menit yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
14 menit yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
53 menit yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
58 menit yang lalu
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
1 jam yang lalu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
1 jam yang lalu
Infografis
Lionel Messi Masuk Peringkat...
Lionel Messi Masuk Peringkat 3 di Daftar Atlet Terhebat Abad 21
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved