Tim Terpadu Periksa Klaim 2 Desa

Senin, 20 April 2015 - 10:32 WIB
Tim Terpadu Periksa...
Tim Terpadu Periksa Klaim 2 Desa
A A A
KAYUAGUNG - Tim Terpadu Penyelesaian Sengketa Lahan Kabupaten OKI dan unsur Tripika Kecamatan Sungai Menang, serta Kepala Desa Sungai Sibur dan Gajah Mati, langsung melakukan pemeriksaan atas klaim masyarakat dua desa, yang lahannya dikuasai PT Pratama Nusantara Sakti (PNS).

Tim terpadu turun ke lapangan berdasarkan surat perintah tugas Nomor: 0424/III/2015 dan dipimpin langsung Wakil Ketua Tim Terpadu, Asisten I Setda OKI Listiadi Martin. “Hasil pemeriksaan yang tertuang dalam berita acara yang telah kita buat, bahwa lokasi yang ditunjuk masyarakat adalah lokasi yang sudah ditata oleh pihak perusahaan,” kata Listiadi, di sela-sela rapat pertemuan di base champ PT PNS, usai melakukan pemeriksaan dilokasi perkebunan tebu PT PNS, kemarin.

Listiadi mengungkapkan, lahan tersebut sebagian sudah di landclearinkan dan telah ada usaha tanam tumbuh tebu perusahaan. Namun, ada juga yang sebagian masih kosong. Dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya membentuk empat tim untuk memeriksa Desa Sungai Sibur dan Desa Gajah Mati, dengan mengambil rute dari Sungai Alam ra dius 1,5 km dari badan sungai, yang diklaim sebagian lahan Sonor di dua desa tersebut.

“Kami turun ke lokasi untuk mengumpulkan data dan selanjutnya dikaji lebih dalam. Segala sesuatu klaim ma syarakat yang belum ter-coversecara fisik akan ditindak lan juti berikutnya. Menyangkut dokumen atau alas hak atau da sar-dasar legal formal yang dibu tuhkan, akan diminta tim terpadu kepada para pihak yangber sangkutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD OKI Amirsyah, selaku perwakilan dari masyarakat Desa Sibur dan didampingi tokoh masyarakat Pantai Timur, Sang Dewi, mengharapkan adanya kepastian penyelesaian. Karena, data yang telah diberikan masyarakat sudah lengkap. Dia juga menyampaikan tuntutan dari masyarakat, sebelum adanya penyelesaian, pihak PT PNS tidak boleh melakukan aktivitas di area lahan yang diklaim masyarakat.

Di samping itu, masyarakat meminta agar pihak PT PNS membuka kanal yang merupakan jalur transportasi masyarakat untuk menuju ke tambak, kebun dan sawah mereka. “Kami berharap pihak perusahaan dan tim terpadu segera memberikan data lahan yang akan diganti rugi. Kami juga bertanya, mengapa pihak perusahaan tidak hadir dalam rapat ini, padahal ini adalah hal yang sangat penting,” ungkapnya.

M rohali
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved