Takut Terlambat UN, Belasan Siswa di Bone Menginap di Sekolah
Rabu, 15 April 2015 - 09:41 WIB
Takut Terlambat UN, Belasan Siswa di Bone Menginap di Sekolah
A
A
A
WATAMPONE - Lantaran takut terlambat tiba di sekolah untuk mengikuti ujian nasional (UN), belasan siswa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terpaksa menginap di sekolah tempat mereka mengikuti ujian.
18 siswa yang menginap itu adalah siswa Madrasah Aliyah Ar-Rahman, Desa Kaju, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Mereka bermalam di salah satu ruangan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Watampone, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, tempat mereka mengikuti UN.
Mereka menginap lantaran takut terlambat tiba di sekolah untuk mengikuti UN karena jarak tempuh rumah mereka dengan sekolah tempat mereka ujian sekitar 30 hingga 40 kilometer.
Walau tidur tanpa beralas kasur di salah satu ruangan yang telah disediakan pihak sekolah, mereka terlihat senang dan sangat menikmatinya. Dengan bekal yang mereka bawa dari kampungnya,belasan siswa ini bergiliran memasak.
Bahkan, siswa laki-laki tak mau kalah. Mereka juga turut membantu dengan mengambil air dan memasak. Mereka terlihat sangat kompak dan sangat senang.
Salah seorang siswa, Fatmawati, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya sengaja datang bermalam di sekolah karena takut terlambat dan ketinggalan mengikuti UN.
Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Ar-Rahman Kaju Rahmatang mengatakan, untuk mengantisipasi keterlambatan mengikuti UN, dia mengantar siswanya untuk bermalam di sekolah.
Selain dirinya, 18 orang siswanya yang bermalam di sekolah ini ditemani oleh empat guru agar siswa yang ikut ujian ini diberi bimbingan belajar pada malam hari.
18 siswa yang menginap itu adalah siswa Madrasah Aliyah Ar-Rahman, Desa Kaju, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Mereka bermalam di salah satu ruangan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Watampone, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, tempat mereka mengikuti UN.
Mereka menginap lantaran takut terlambat tiba di sekolah untuk mengikuti UN karena jarak tempuh rumah mereka dengan sekolah tempat mereka ujian sekitar 30 hingga 40 kilometer.
Walau tidur tanpa beralas kasur di salah satu ruangan yang telah disediakan pihak sekolah, mereka terlihat senang dan sangat menikmatinya. Dengan bekal yang mereka bawa dari kampungnya,belasan siswa ini bergiliran memasak.
Bahkan, siswa laki-laki tak mau kalah. Mereka juga turut membantu dengan mengambil air dan memasak. Mereka terlihat sangat kompak dan sangat senang.
Salah seorang siswa, Fatmawati, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya sengaja datang bermalam di sekolah karena takut terlambat dan ketinggalan mengikuti UN.
Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Ar-Rahman Kaju Rahmatang mengatakan, untuk mengantisipasi keterlambatan mengikuti UN, dia mengantar siswanya untuk bermalam di sekolah.
Selain dirinya, 18 orang siswanya yang bermalam di sekolah ini ditemani oleh empat guru agar siswa yang ikut ujian ini diberi bimbingan belajar pada malam hari.
(zik)