Bertemu Menteri, Nenek Asyani Titip Surat ke Presiden Jokowi

Selasa, 14 April 2015 - 22:13 WIB
Bertemu Menteri, Nenek...
Bertemu Menteri, Nenek Asyani Titip Surat ke Presiden Jokowi
A A A
SITUBONDO - Nenek Asyani (70) terdakwa pencurian tujuh batang kayu jati milik perhutani, menitipkan surat ke Presiden Jokowi kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise.

Surat ke Presiden Jokowi dititipkannya saat Menteri Yohana, berkunjung ke Situbondo dalam rangka mengunjungi KPPT KKPA Situbondo, Selasa (14/4/2015).

Saat bertemu, Yohana sempat memeluk nenek renta tersebut. Sesaat setelah mendapat pelukan dari Yohana, nenek Asyani terlihat menitipkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta keadilan atas kasus hukum yang dialaminya.

"Ya kita mau bertemu dengan Nenek Asyani dan memantau KPPT KKPA yang ada di Situbondo," ujar Yohana Susana Yembese kepada sejumlah wartawan di Pendopo Kabupaten Situbondo.

Menteri Yohana menjelaskan, pihaknya akan menanyakan langkah penanganan PPT Situbondo dalam kasus yang dialami nenek Asyani.

"Tugas saya melindungi perempuan-perempuan yang rentan, termasuk para lansia. Makanya, masalah nenek Asyani ini perlu diperhatikan," kata Yohana.

Namun, Yohana menegaskan tidak akan mencampuri urusan di pengadilan. Dia hanya berharap pendekatan yang dilakukan dalam proses hukum kasus nenek Asyani ini tidak hanya memperhatikan legal justice saja tetapi perlu juga mempertimbangan social justice dan moral justice.

"Saya tidak ingin mencampuri urusan pengadilan, tapi sekali lagi jangan kita tergantung pada legal justice, karena menurut saya orang yang berusia lanjut seperti (nenek Asyani) itu harus dibebaskan," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto menilai, tuntutan jaksa terkait denda dengan ganti kurungan selama satu hari menunjukan adanya perhatian JPU dalam kasus nenek Asyani sudah berjalan.

"Nilai nilai keadilan dan kemanusiaan nampak sekali, ya tinggal melihat pengadilan dalam memutus perkaranya ini," kata Dadang.

Senada dengan Yohana, Dadang menegaskan tidak ingin adanya pihak-pihak yang mengintervensi, sehingga proses pengadilan berjalan secara obyektif agar keadilan bisa dilihat saat putusan nantinya.

Selain bertemu dengan nenek Asyani, selama berada di Kantor PPT KKTPA Situbondo Menteri Yohana juga bertemu dengan N, bocah 8 tahun yang jadi korban penganiayaan ibu tirinya. Namun, pertemuan di kantor PPT KKTPA itu berlangsung tertutup untuk umum.
(sms)
Berita Terkait
Ranjau Paku-Batu Gagalkan...
Ranjau Paku-Batu Gagalkan Pencurian Kayu Sonokeling di Rembang
Polres Rembang Bongkar...
Polres Rembang Bongkar Pencurian Kayu Sonokeling di 2 TKP
Cegah Karhutla dan Pencurian...
Cegah Karhutla dan Pencurian Kayu, Perhutani Gencarkan Patroli di Bringin
Miris, untuk Perbaiki...
Miris, untuk Perbaiki Rumah yang Nyaris Roboh, Petani Miskin Ini Curi Kayu Jati Perhutani
14 Pelaku Pencurian...
14 Pelaku Pencurian Kayu Sonokeling Perhutani di Sragen Kabur saat Disergap Polisi
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Berita Terkini
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
18 menit yang lalu
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
11 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
11 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved