Polisi Akhirnya Membekuk Pembunuh Sakirin
Selasa, 14 April 2015 - 19:42 WIB
Polisi Akhirnya Membekuk Pembunuh Sakirin
A
A
A
BANDUNG - Sat Reskrim Polrestabes Bandung akhirnya menangkap pembunuh Sakirin (24), pekerja kafe di kawasan Bandung yang tewas di kamar kosnya.
Pelaku pembunuhan tersebut bernama Indra Febriyanto alias Bagong ( 22), yang beraksi secara tunggal menghabisi korban dengan menusuknya secara membabi buta.
"Pelaku kami tangkap tadi malam," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol.
Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap Indra dikediamannya di wilayah dago. Saat ditangkap tak ada perlawanan dari pelaku.
Menurut Yoyol, pelaku dan korban ini sudah saling mengenal. Bahkan keduanya ini penyuka sesama jenis dan melakukan hubungan asmara. Namun pelaku ini juga memiliki seorang pacar perempuan.
"Korban dan pelaku ini teman satu kerja dan ada hubungan sejenis, motifnya ada kemungkinan cemburu," katanya.
Dijelaskan, Sakirin tewas dengan delapan tusukan pisau ditubuhnya. Bahkan barang bukti pisau yang diperlihatkan kepolisian kepada wartawan itu pun hingga bengkok dan berlumuran darah.
"Pelaku menusuk korban menggunakan pisau. Ada delapan tusukan di tubuh korban antar lain perut, dada dan leher," katanya.
Selain menyita barang bukti pisau, polisi pun menyita dua telepon genggam, dan satu unit sepeda motor. "Pelaku juga membawa handphone milik korban," katanya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 junto Pasal 351 dan Pasal 365 KUH Pidana yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Sementara kepada wartawan Indra mengaku sudah mengenal korban lantaran satu rekan kerja. Pelaku pun mengaku telah dua kali ke tempat kos korban.
Dengan berbelit-berbelit, Indra yang saat itu mengenakan sebo dan baju tahanan orange bercerita jika, Rabu (1/4/2015) lalu itu dirinya berkunjung ke tempat kos korban. "Niatnya cuman main doank," katanya.
Saat di dalam kamar, perselisihan keduanya pun tiba-tiba terjadi lantaran pelaku kesal karena korban terus saja membahas utang pelaku yang belum dibayar.
Saat disinggung penusukan korban, pelaku mengatakan jika dirinya menusuk dengan menggunakan pisau dapur yang berada dalam wadah sendok di area kamar korban.
"Kejadiannya hari rabu siang setelah asar, pake pisau dapur yang ada disana, awalnya saya tusuk dada korban," katanya.
Pada saat penusukan, menurut pelaku, korban sempat meminta ampun. "Iya korban sempat minta ampun, saya langsung tusuk dileher, setelah itu saya kalap semuanya gelap," terangnya.
Alasan pelaku membunuh korban pun karena dipicu masalah sepele. "Saya kesal kepada korban yang terus menagih utang, Saya punya utang sebesar 200 ribu rupiah kepada korban. Masa utang segitu ditagih terus," katanya.
Indra pun membantah jika dirinya seorang penyuka jenis. "Saya normal kok," katanya.
Ia pun membantah jika melakukan hubungan asmara dengan korban. Malah ia pernah mengalami perbuatan tak menyenangkan dari korban.
"Saya pernah dipegang-pegang. Ya langsung menghindar saja," ucapnya yang mengaku punya seorang pacar perempuan.
Sebelumnya diberitakan, Sakirin ditemukan tewas di kamar kosnya Jalan Kidangpananjung Rt01/RW01, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Sakirin ditemukan tewas, Sabtu (4/4/2015) siang oleh Fatan yang mencium bau tak sedap. Diperkirakan korban tewas tiga hari sebelumnya.
Pelaku pembunuhan tersebut bernama Indra Febriyanto alias Bagong ( 22), yang beraksi secara tunggal menghabisi korban dengan menusuknya secara membabi buta.
"Pelaku kami tangkap tadi malam," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol.
Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap Indra dikediamannya di wilayah dago. Saat ditangkap tak ada perlawanan dari pelaku.
Menurut Yoyol, pelaku dan korban ini sudah saling mengenal. Bahkan keduanya ini penyuka sesama jenis dan melakukan hubungan asmara. Namun pelaku ini juga memiliki seorang pacar perempuan.
"Korban dan pelaku ini teman satu kerja dan ada hubungan sejenis, motifnya ada kemungkinan cemburu," katanya.
Dijelaskan, Sakirin tewas dengan delapan tusukan pisau ditubuhnya. Bahkan barang bukti pisau yang diperlihatkan kepolisian kepada wartawan itu pun hingga bengkok dan berlumuran darah.
"Pelaku menusuk korban menggunakan pisau. Ada delapan tusukan di tubuh korban antar lain perut, dada dan leher," katanya.
Selain menyita barang bukti pisau, polisi pun menyita dua telepon genggam, dan satu unit sepeda motor. "Pelaku juga membawa handphone milik korban," katanya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 junto Pasal 351 dan Pasal 365 KUH Pidana yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Sementara kepada wartawan Indra mengaku sudah mengenal korban lantaran satu rekan kerja. Pelaku pun mengaku telah dua kali ke tempat kos korban.
Dengan berbelit-berbelit, Indra yang saat itu mengenakan sebo dan baju tahanan orange bercerita jika, Rabu (1/4/2015) lalu itu dirinya berkunjung ke tempat kos korban. "Niatnya cuman main doank," katanya.
Saat di dalam kamar, perselisihan keduanya pun tiba-tiba terjadi lantaran pelaku kesal karena korban terus saja membahas utang pelaku yang belum dibayar.
Saat disinggung penusukan korban, pelaku mengatakan jika dirinya menusuk dengan menggunakan pisau dapur yang berada dalam wadah sendok di area kamar korban.
"Kejadiannya hari rabu siang setelah asar, pake pisau dapur yang ada disana, awalnya saya tusuk dada korban," katanya.
Pada saat penusukan, menurut pelaku, korban sempat meminta ampun. "Iya korban sempat minta ampun, saya langsung tusuk dileher, setelah itu saya kalap semuanya gelap," terangnya.
Alasan pelaku membunuh korban pun karena dipicu masalah sepele. "Saya kesal kepada korban yang terus menagih utang, Saya punya utang sebesar 200 ribu rupiah kepada korban. Masa utang segitu ditagih terus," katanya.
Indra pun membantah jika dirinya seorang penyuka jenis. "Saya normal kok," katanya.
Ia pun membantah jika melakukan hubungan asmara dengan korban. Malah ia pernah mengalami perbuatan tak menyenangkan dari korban.
"Saya pernah dipegang-pegang. Ya langsung menghindar saja," ucapnya yang mengaku punya seorang pacar perempuan.
Sebelumnya diberitakan, Sakirin ditemukan tewas di kamar kosnya Jalan Kidangpananjung Rt01/RW01, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Sakirin ditemukan tewas, Sabtu (4/4/2015) siang oleh Fatan yang mencium bau tak sedap. Diperkirakan korban tewas tiga hari sebelumnya.
(nag)