Dituduh Mark-Up Biaya Dinas, Bekas Mandor PT AMR Disekap

Senin, 13 April 2015 - 11:04 WIB
Dituduh Mark-Up Biaya...
Dituduh Mark-Up Biaya Dinas, Bekas Mandor PT AMR Disekap
A A A
MEDAN - Dituduh menggelembungkan biaya dinas, bekas mandor PT Agro Makmur Raya, Suhendri, 25, disekap dan diintimidasi selama tiga hari di kantor PT Musi Mas, Jalan Yos Sudarso.

Akibatnya, Suhendri harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Deli, Jalan Merbabu, Kecamatan Medan Kota, karena kondisi fisiknya memburuk. Ketika ditemui di kamar 401 Rumah Sakit Umum Deli pada Minggu (12/4), Suhendri menuturkan, peristiwa tersebut berawal dari tuduhan PT Agro Makmur Raya kepada dirinya yang dinilai menggelembungkan biaya perjalanan dinas.

Tepatnya saat perjalanan pengawalan hasil produksi pada 2012 senilai Rp200 juta. "Mereka bilang laporan aku itu fiktif. Oleh karena itu, di sana aku berulang kali diintrogasi oleh pihak perusahaan. Bahkan, aku sampai diperiksa polisi," ungkap Suhendri dengan suara lemah. Lebih lanjut, Suhendri mengaku, dirinya sempat diperiksa polisi di Kota Bitung Timur, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (8/4) lalu.

Namun, saat diintrogasi oleh polisi itu, Suhendri mengaku didatangi oleh seorang staf HRD PT Agro Makmur Raya bernama Lian. Masih kata Suhendri, Lian kemudian menyuruhnya pulang ke Medan. Dia pun langsung menemui Kepala HRD PT Agro Makmur Raya bernama Ratna, untuk mengambil tiket pesawat menuju Medan.

"Saat aku di bandara, ada sms memberitahu nomor telepon orang yang akan jemput aku di Bandara Kualanamu. Begitu tiba di KNIA, aku dijemput sama Pak Juman namanya dan langsung dibawa ke kantor PT Musi Mas di Tanjung Mulia," sambung Suhendri.

Begitu tiba di kantor PT Musi Mas di Jalan KL Yos Sudraso, dia tidak sempat istirahat dan langsung dihadapakan untuk introgasi pada seorang staf HRD PT Musi Mas bernama Stevanus. Saat itu, dia diintimidasi dengan dibentak dan dipaksa untuk mengaku telah menggelembungkan biaya perjalanan pengawalan hasil produksi pada 2012.

"Setelah itu, saya disuruh makan dan disuruh tidur di mess. Handphone saya ditahan, hingga enggak bisa menghubungi keluarga. Besoknya, saya kembali diintimidasi oleh dua pria tegap dan cepak di pos security kantor PT Musi Mas. Bahkan, saat itu saya disuruh buka baju lalu push-up di hadapan orang banyak," tuturnya.

Tidak sampai di situ, Suhenri mengaku pada Jumat (10/4), dirinya kembali mendapat intimidasi. Saat itu orang yang mengintimidasinya berbeda lagi, yakni Leo yang mengaku sebagai pengacara. Bahkan, Leo sempat menamparnya. "Saat ketakutan, aku disuruh buat surat pernyataan dan ditandatangani. Bahkan, aku difoto saat buat surat itu. Katanya, untuk bukti di polisi. Setelah itu, baru aku dipulangkan," tambah Suhendri.

Begitu tiba di kediaman orang tuanya di Lingkungan VI, Pajak Rambe Sisi Tol Lorong Pintu 16 Nomor 151 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan terkulai lemas. Bahkan, pertanyaan keluarga yang kaget dengan kemunculannya secara tiba-tiba-disebutnya tidak lagi dapat dijawabnya. Akibat disekap dan diintimidasi selama 3 hari di kantor PT Musi Mas, kondisi fisik Suhendri memburuk.

Bahkan, sampai dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Deli, Jalan Merbabu Kecamatan Medan Kota. "Karena tidak terima dengan perlakuan terhadap saya ini, keluarga sudah membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan. Namun saya sampaikan, saya tidak pernah melakukan hal seperti yang mereka tuduhkan. Selama ini, saya sudah bekerja mati-matian untuk perusahaan," tandas Suhendri.

Sementara itu Kapolres Belawan AKBP Aswin Sipayung ketika dikonfirmasi mengatakan, belum menerima laporan korban penganiayaan. "Belum kita terima laporan korban. Coba saya kroscek dengan anggota ya," ujarnya singkat.

Dody ferdiansyah
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved