Bangunan Rusak, Murid PAUD Ngungsi

Senin, 13 April 2015 - 11:02 WIB
Bangunan Rusak, Murid...
Bangunan Rusak, Murid PAUD Ngungsi
A A A
CIREBON - Sedikitnya 50 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Cempaka di Blok Situmpuk RT 18/05, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengungsi belajar akibat bangunan sekolah rusak.

Kerusakan membuat tempat mereka belajar tak layak guna. Padahal, lokasi PAUD sendiri tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon. Bangunan PAUD terbilang memprihatinkan, sebagian atap tak ditutupi genting dan plafon sehingga memerlihatkan rangka bangunan yang terlihat dari batangan bambu. Kon disi itu disayangkan para pengajar mengingat antusias masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya terhitung tinggi.

Tak memadainya sarana pen didikan itu pun membuat anak-anak enggan belajar. PAUD Tunas Cempaka sendiri me rupakan satu-satunya harapan masyarakat di kawasan tersebut mengingat lokasinya yang jauh dari keramaian. “Kami cemas bangunan itu ambruk karena tak layak. Makanya anak-anak yang seharusnya belajar di sana saya pindahkan ke rumah,” beber pengelola PAUD Aan Rohayani.

Proses pendidikan yang di lakukan di rumahnya sudah terjadi sejak 2014. Menurut dia, semangat belajar anak-anak tinggi. Hal ini setidaknya dibuktikan dengan terus datang kerumahnya, meski jarak dari rumah mereka jauh dan harus memutar hingga menyeberang sungai. Anak-anak PAUD tersebut memeroleh pendidikan setiap Senin-Jumat. Mereka mayoritas berasal dari keluarga berekonomi lemah.

Aan pun berharap pemerintah daerah memerhatikan kondisi ini. Dia meyakinkan, sarana dan prasarana pendukung perlu mendapat perhatian besar, terutama pendidikan sejak dini. “Kami hanya ingin ada rehabilitasi untuk bangunan PAUD ini agar suasana belajar anakanak nyaman,” ungkap dia. Bangunan PAUD Tunas Cempaka sendiri diketahui dinaungi sebuah yayasan.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat sekitar, Toni, 50, dulu bangunan itu tak hanya digunakan untuk pendidikan formal melainkan pula kegiatan keagamaan dan lainnya, khusus anak-anak. “Minat belajar anak-anak di sini tinggi. Saat ini, untung masih ada Ibu Aan yang peduli pendidikan di lingkungan kami,” ujar dia.

Erika lia
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
1 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
11 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
12 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
12 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
13 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
13 jam yang lalu
Infografis
Sebulan Dikirim, Howitzer...
Sebulan Dikirim, Howitzer Jerman untuk Ukraina Rusak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved