Jatah Tak Sama, Maling Tikam Maling

Jum'at, 10 April 2015 - 10:36 WIB
Jatah Tak Sama, Maling...
Jatah Tak Sama, Maling Tikam Maling
A A A
MEDAN - Rasa keadilan ternyata kebutuhan semua orang, termasuk maling. Buktinya, seorang maling, Tri Suprayogi, 24, tega menikam rekan seprofesinya hingga tewas, Dedy Syahputra, 24, karena tidak mendapat pembagian yang adil jatah hasil curian mereka.

Peristiwa ini berawal saat Tri dan Dedi, keduanya warga Jalan Binjai Km 10,3, Lorong Jadi, Desa Payageli, Sunggal, Deliserdang, berhasil mencuri perhiasan cincin dan kalung emas. Kemudian keduanya menjual barang hasil curian dan mendapatkan uang kurang lebih Rp15 juta. Namun, Tri mendapatkan jatah bagian hasil kejahatan hanya Rp300.000.

Sementara sisanya berada di tangan Dedy. Merasa tidak mendapat hasil yang adil, Tri mendatangi rumah rekannya agar pembagian hasil kejahatan dibagi rata. Permintaan tersebut ditolak Dedy. Tri yang marah langsung kembali ke rumahnya yang hanya berjarak 10 meter dari rumah Dedy untuk mengambil sangkur. Tri yang dirasuki amarah sambil memegang sangkur langsung mengancam dan hendak menyerang Dedy.

Dedy yang ketakutan langsung lari masuk ke rumahnya. Tri kemudian mengejar dan menikam punggung Dedy dengan sangkur. Seketika Dedy tersungkur di lantai rumahnya. Melihat rekannya itu tak berdaya, lantas Tri melarikan diri ke arah rel kereta api Desa Purwodadi Sunggal, Deliserdang. Kemudian tersangka Tri sudah menyiapkan baju untuk melarikan diri ke Aceh.

Namun, saat tiba di terminal bus Jalan Gajah Mada Medan, Tri ditangkap polisi. “Pembunuhan itu terjadi pada Rabu (8/4) malam. Motifnya pembagian uang hasil kejahatan tidak merata. Tersangka kami jerat Pasal 338 subs Pasal 351 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman 20 tahun penjara,” ujar Kapolsekta Helvetia Kompol Aldi Subartono, Kamis (9/4).

Sementara tersangka Tri mengaku geram melihat tingkah rekannya yang serakah. Padahal mereka melakukan aksi pencurian bersama. Namun, pembagian hasil penjualan perhiasan kalung dan cincin emas tidak merata.

“Serakah dia. Uang hasil jual emas itu sebanyak Rp15 juta. Kok aku malah dikasih Rp300.000. Kudatangi dia ke rumahnya hasil curian dibagi rata. Tapi dia enggak mau sehingga aku emosi dan kutikam punggungnya pakai sangkur,” tutur Tri.

Dody ferdiansyah
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
12 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
23 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
32 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved