Pembebasan Lahan Ditarget Selesai Tahun Ini
Jum'at, 10 April 2015 - 10:14 WIB
Pembebasan Lahan Ditarget Selesai Tahun Ini
A
A
A
SEMARANG - Pembebasan lahan untuk proyek pelebaran Jalan Sriwijaya Kota Semarang ditargetkan selesai tahun ini. Total dana pembebasan lahan tahap awal dialokasikan sebesar Rp6,8 miliar.
Dinas Bina Marga saat ini masih menyusun kajian rencana tindakan pengadaan tanah dan permukiman atau Larap (Land Acquisistion and Resettlement Plan ). Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi menjelaskan, hingga saat ini rencana pelebaran Jalan Sriwijaya itu masih tahap penyelesaian kajian studi Larap.
Sebagai dasar rencana tindakan pengadaan tanah dan permukiman. Berapa jumlah bidang lahan yang dibebaskan masih menunggu peta bidang akan diperoleh setelah ada hasil studi Larap itu. “Dari kajian tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam pembebasan lahan yang terkena pekerjaan pelebaran Jalan Sriwijaya,” katanya, kemarin.
Pada tahun anggaran 2015, menurutnya, Bina Marga telah menyiapkan anggaran senilai Rp6,8 miliar untuk pembebasan lahan tahap pertama, yaitu dari Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal hingga Taman Singosari. “Di sekitar jalan tersebut tepatnya sebelah sungai terdapat puluhan bangunan yang diduga liar dan kemungkinan besar terkena pembebasan lahan,” ujarnya.
Sambil menyelesaikan Larap, kata dia, sejumlah langkah persiapan pembebasan lahan akan dilakukan. Seperti pembentukan tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah), inventarisasi lahan dan utilitas, serta sosialisasi ke warga yang ditargetkan Mei mendatang. “Kami berharap tahun 2015 ini dapat diselesaikan untuk pembebasan lahan Jalan Sriwijaya ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Bina Marga, Iswar Aminnudin menegaskan, pelebaran Jalan Sriwijaya sangat dibutuhkan karena kapasitas jalan ini sudah tidak memadai untuk kendaraan yang lewat. Jalan ini cukup padat sehingga kadang terjadi kemacetan.
M abduh
Dinas Bina Marga saat ini masih menyusun kajian rencana tindakan pengadaan tanah dan permukiman atau Larap (Land Acquisistion and Resettlement Plan ). Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi menjelaskan, hingga saat ini rencana pelebaran Jalan Sriwijaya itu masih tahap penyelesaian kajian studi Larap.
Sebagai dasar rencana tindakan pengadaan tanah dan permukiman. Berapa jumlah bidang lahan yang dibebaskan masih menunggu peta bidang akan diperoleh setelah ada hasil studi Larap itu. “Dari kajian tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam pembebasan lahan yang terkena pekerjaan pelebaran Jalan Sriwijaya,” katanya, kemarin.
Pada tahun anggaran 2015, menurutnya, Bina Marga telah menyiapkan anggaran senilai Rp6,8 miliar untuk pembebasan lahan tahap pertama, yaitu dari Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal hingga Taman Singosari. “Di sekitar jalan tersebut tepatnya sebelah sungai terdapat puluhan bangunan yang diduga liar dan kemungkinan besar terkena pembebasan lahan,” ujarnya.
Sambil menyelesaikan Larap, kata dia, sejumlah langkah persiapan pembebasan lahan akan dilakukan. Seperti pembentukan tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah), inventarisasi lahan dan utilitas, serta sosialisasi ke warga yang ditargetkan Mei mendatang. “Kami berharap tahun 2015 ini dapat diselesaikan untuk pembebasan lahan Jalan Sriwijaya ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Bina Marga, Iswar Aminnudin menegaskan, pelebaran Jalan Sriwijaya sangat dibutuhkan karena kapasitas jalan ini sudah tidak memadai untuk kendaraan yang lewat. Jalan ini cukup padat sehingga kadang terjadi kemacetan.
M abduh
(bbg)