Termakan Rayuan Polisi Gadungan di Facebook, Mahasiswi Rugi Jutaan
Senin, 06 April 2015 - 17:10 WIB
Termakan Rayuan Polisi Gadungan di Facebook, Mahasiswi Rugi Jutaan
A
A
A
MANADO - Aksi penipuan melalui situs jejaring sosial Facebook, kembali memakan korban. kali ini korbanya seorang mahasiwi di STIKES Muhammadiyah Manado.
Karena termakan bujuk rayu teman yang baru dikenalnya di jejaring sosial, Widya Rahayu (25), harus rela kehilangan uang jutaan rupiah. Widya seakan dibutakan oleh ketampaan temanya di jejaring sosial yang mengaku seorang perwira polisi.
Sehingga saat diminta mengirim uang, mahasiswa yang juga seorang janda tersebut menuruti permintaan pelaku. Sadar telah menjadi korban penipuan, Widya melapor ke polisi.
Kepada Polisi, warga Jalan Sam Ratulangi No 41 ini menyebutkan, sekitar sebulan yang lalu tanpa sengaja ia berkenalan seorang pria bernama Andi Setiawan Putra, asal Kota Daeng, Makassar lewat Facebook, yang mengaku sebagai perwira polisi bertugas di Papua.
Widya mengaku ,mereka cepat menjadi akrab dan sering bertukar foto dan cerita termasuk hal-hal pribadi. Sesekali mereka bertemu secara live lewat video skype.
"Kami sudah akrab dan sering berkomunikasi. Tapi saya belum sama sekali ketemu dengannya. Katanya tugas di Papua sebagai anggota polisi," kata Widya, Senin (6/4/2015).
Akibat perkenalan itu, polisi gadungan tersebut melancarkan aksi dengan modus meminta uang untuk pulang ke Makassar, lantaran ibunya sekarat dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar.
Entah, jenis rayuan apa, Widya langsung percaya begitu saja. "Saya merasa kasihan pada dia. Saya pun mengirimkan uang sesuai permintaannya, karena dia juga akan mengembalikannya saat gajian nanti," ujar Widya.
Transfer pertama kata Widya, pada 2 April kepada Andi untuk uang tiket pesawat sebesar Rp1 juta. Kemudian pada 4 April sebanyak dua kali, masing-masing Rp1 juta dan Rp2 juta.
"Totalnya ada Rp4 juta saya kirim. Kata Andi uang itu untuk biaya andministrasi di rumah sakit karena ibunya telah meninggal dan tidak pegang uang sama sekali, makanya saya transfer begitu saja," terang Windya.
Tapi, lanjut Widya setelah ditagih teman di jejaring sosial tersebut tidak merespon. Atas kejadian tersebut, mahasiswa yang sudah berstatus janda ini pun melaporkan kejadian tersebut di Polresta Manado.
Kasubbag Humas Polresta Manado AKP Bartholomeus J Dambe membenarkan laporan tersebut. "Laporannya masih dalam penyeledikan untuk dilakukan pengembangan," pungkasnya.
Karena termakan bujuk rayu teman yang baru dikenalnya di jejaring sosial, Widya Rahayu (25), harus rela kehilangan uang jutaan rupiah. Widya seakan dibutakan oleh ketampaan temanya di jejaring sosial yang mengaku seorang perwira polisi.
Sehingga saat diminta mengirim uang, mahasiswa yang juga seorang janda tersebut menuruti permintaan pelaku. Sadar telah menjadi korban penipuan, Widya melapor ke polisi.
Kepada Polisi, warga Jalan Sam Ratulangi No 41 ini menyebutkan, sekitar sebulan yang lalu tanpa sengaja ia berkenalan seorang pria bernama Andi Setiawan Putra, asal Kota Daeng, Makassar lewat Facebook, yang mengaku sebagai perwira polisi bertugas di Papua.
Widya mengaku ,mereka cepat menjadi akrab dan sering bertukar foto dan cerita termasuk hal-hal pribadi. Sesekali mereka bertemu secara live lewat video skype.
"Kami sudah akrab dan sering berkomunikasi. Tapi saya belum sama sekali ketemu dengannya. Katanya tugas di Papua sebagai anggota polisi," kata Widya, Senin (6/4/2015).
Akibat perkenalan itu, polisi gadungan tersebut melancarkan aksi dengan modus meminta uang untuk pulang ke Makassar, lantaran ibunya sekarat dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar.
Entah, jenis rayuan apa, Widya langsung percaya begitu saja. "Saya merasa kasihan pada dia. Saya pun mengirimkan uang sesuai permintaannya, karena dia juga akan mengembalikannya saat gajian nanti," ujar Widya.
Transfer pertama kata Widya, pada 2 April kepada Andi untuk uang tiket pesawat sebesar Rp1 juta. Kemudian pada 4 April sebanyak dua kali, masing-masing Rp1 juta dan Rp2 juta.
"Totalnya ada Rp4 juta saya kirim. Kata Andi uang itu untuk biaya andministrasi di rumah sakit karena ibunya telah meninggal dan tidak pegang uang sama sekali, makanya saya transfer begitu saja," terang Windya.
Tapi, lanjut Widya setelah ditagih teman di jejaring sosial tersebut tidak merespon. Atas kejadian tersebut, mahasiswa yang sudah berstatus janda ini pun melaporkan kejadian tersebut di Polresta Manado.
Kasubbag Humas Polresta Manado AKP Bartholomeus J Dambe membenarkan laporan tersebut. "Laporannya masih dalam penyeledikan untuk dilakukan pengembangan," pungkasnya.
(nag)