Menko PMK Dorong Jamu Unggulan Dipatenkan

Rabu, 01 April 2015 - 09:46 WIB
Menko PMK Dorong Jamu...
Menko PMK Dorong Jamu Unggulan Dipatenkan
A A A
KARANGANYAR - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendorong agar produk jamu unggulan segera dipatenkan.

Alasannya, produkyangmenjadi warisan budaya bangsa rentan diklaim negara lain. “Saya mendorong agar jamu yang telah masuk kategori saintifikasi menjadi produk tersebut warisan budaya bangsa Indonesia,” katanya usai meninjau Stasiun Lapangan Kebun Tlogo Dlingo, BalaiBesarPenelitiandanPengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BP2TOOT) di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, kemarin.

Puan menyatakan langkah tersebut dilakukan agar produk yang telah diteliti dan ditemukan khasiat sebagai obat tersebut tidak diklaim negara lain. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tidak sedikit produk Indonesia diklaim negara tetangga khususnya Malaysia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan diinstruksikan lebih proaktif melakukan penelitian yang dikoordinasikan dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Perguruan Tinggi. Menurut Puan, penelitian bersama penting dilakukan agar setiap lembaga bisa saling support.

“Jamu ini juga harus dipasarkan ke luar negeri, jangan hanya untuk konsumsi lokal. Karena itu, penelitiannya harus dilakukansecara mendalamagar bisa diakui dunia internasional,” tandasnya. Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan, prospek tanaman obat tradisional cukup menjanjikan.

Menurutnya, ada potensi komersial yang menguntungkan di balik pengembangan tanaman obat tradisional. Dia mencontohkan dua baris tanaman purwaceng yang mampu menghasilkan keuntungan senilai Rp1,5 juta. “Peluangnya besar sekali. Kalau bisa mengembangkan maka nilai komersialnya luar biasa. Kalau satu hektar saja bisa mencapai 1,5 ton , nilainya Rp2,25 miliar,” paparnya.

Kendati demikian, potensi tersebut tidak berarti apa-apa jika pengembangannya tidak diikuti dengan sinergitas antarsektoral.

Ary wahyu wibowo
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
56 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved