Tarif Angkutan Umum di Garut Bakal Naik 7 Persen

Selasa, 31 Maret 2015 - 09:42 WIB
Tarif Angkutan Umum...
Tarif Angkutan Umum di Garut Bakal Naik 7 Persen
A A A
GARUT - Tarif angkutan umum di Kabupaten Garut, Jawa Barat, direncanakan naik sebesar 7 persen. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Garut Wahyudijaya mengatakan, penentuan besaran kenaikan tarif tersebut telah dipertimbangan.

"Kalkulasi sudah dilakukan sesuai dengan rumusan Permenhub Nomor KM.78 Tahun 2002 tentang Penyesuaian Tarif. Maka diputuskan bahwa kenaikan tarif angkutan umum pascakenaikan harga BBM bersubsidi adalah sebesar 7 persen," kata Wahyu, Selasa (31/3/2015).

Besaran kenaikan tarif ini, kata dia, berlaku bagi seluruh angkutan umum yang beroperasi di wilayah Garut. Wahyu menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut.

"Kami sudah komunikasi dengan Organda. Membahas segala hal mengenai angkutan. Rencana kenaikan tarif sebesar 7 persen itu hanya berlaku untuk angkutan di dalam Garut. Sementara angkutan yang beroperasi antarkabupaten atau provinsi, bukan kewenangan kami. AKDP menjadi kewenangan provinsi, sementara AKAP di kementerian," paparnya.

Meski demikian, Wahyu belum tahu kapan rencana kenaikan tarif ini akan dibuatkan payung hukumnya dan diresmikan. Sebab hingga kini belum ada komunikasi dengan pemerintah provinsi.

"Belum ada komunikasi dengan pemerintah provinsi. Jadi tidak mungkin bagi kami melangkahi. Lagi pula, sejauh ini dari hasil pemantauan lapangan juga situasinya masih kondusif. Kenaikan BBM ini sebenarnya bukan hanya membuat para operator di lapangan kebingungan, kami juga sama. Masak setiap terjadi kenaikan kami harus ubah SK. Namun apabila memang diperlukan, kami sudah menyiapkan berapa persen kenaikannya," ungkapnya.

Seperti diketahui, 28 Maret 2015, pemerintah pusat resmi menaikkan harga BBM jenis Premium menjadi Rp7.400 per liter dari sebelumnya Rp6.900 dan Solar menjadi Rp6.900 dari sebelumnya Rp6.400 per liter. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini dipicu oleh naiknya harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.
(zik)
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Berita Terkini
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
24 menit yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
52 menit yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
1 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
3 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
5 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved