Tarif Belum Jelas, Sopir di Kulonprogo Mogok

Senin, 30 Maret 2015 - 13:40 WIB
Tarif Belum Jelas, Sopir...
Tarif Belum Jelas, Sopir di Kulonprogo Mogok
A A A
KULONPROGO - Pasca kenaikan BBM, puluhan sopir angkutan umum jurusan Yogyakarta-Samigaluh-Wates, melakukan aksi mogok. Mereka menuntut pemerintah segera menaikan tarif resmi angkutan, karena banyak penumpang yang membayar dengan tarif lama meski BBM telah naik.

Pengurus Koperasi Yosawa, Suseno mengatakan harga BBM yang naik turun, cukup merepotkan awak angkutan. Permasalahan inipun tidak pernah ada solusi. Pemerintah juga belum mengeluarkan tarif resmi angkutan, pasca kenaikan.
" Akibatnya, awak angkutan kerepotan ketika harus bertemu dengan penumpang yang tidak mau membayar lebih," katanya.

Menurutnya, saat harga BBM naik pertama, tarif angkutan sudah ditetapkan menjadi Rp3.000. namun ketika harga BBM turun, mereka mengikuti dengan menurunkan tariff menjadi Rp2.000. belakangan pemerintah kembali menaikkan harga BBM lagi, dan mereka kembali mematok Rp3.000. Hanya saja banyak penumpang tidak mau membayar dengan harga kenaikan.

“Kami minta ada tarif resmi, biar tidak repot,” ujarnya.

Suseno, juga berharap ada kebijakan dari pemerintah kepada para awak angkutan. Jika memang dirasa tidak vital, beberapa kelengkapan juga tidak perlu diwajibkan.
"Bahkan jika perlu diberikan kemudahan dalam mengurus KIR,"katanya.

Para awak angkutan juga mempermasalahkan adanya bus Antar Kota Antap provinsi (AKAP) yang masih menaikkan penumpang di Karangnongko Wates. Sesuai kesepakatan yang ada, mestinya AKAP hanya menaikkan penumpang di terminal. Nyatanya pelangaran ini tidak pernah ditindaklanjuti.

“Kita sudah duduk bersama, tetapi sudah puluhan tahun AKAP masih dibiarkan. Ini kan mengurangi pendapatan kita,” jelas Suseno.

Salah seorang penumpang Ngatinah, mengaku kecewa dengan adanya aksi para awak angkutan yang mogok. Dia sendiri pasrah jika memang tarif harus dinaikkan. Baginya tarif naik tidak masalah, asalkan awak angkutan tetap beroperasi.

“Mau bagimana lagi, naik asal angkutan jalan tidak apa-apa,” ujarnya pasrah.

Kepala Dishubkominfo Kulonprogo, Nugroho mengatakan pihaknya akan menerima dan menampung keluhan awak angkutan. Permasalahan yang ada akan disampaikan ke Dishub DIY, yang berwenang dalam menentukan tarif AKDP. Sedangkan di kabupaten, hanya menangani tarif angkutan pedesaan.

“Kita akan sampaikan ke provinsi. Kita juga minta jangan ada aksi mogok karena banyak pihak dirugikan. Tarif harus dimusyawarahkan dengan pemilik awak angkutan,”pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Premium Susah dan Mahal,...
Premium Susah dan Mahal, Angkot di Jayapura Kompak Mogok Narik Penumpang
FSPPB Diminta Tak Main...
FSPPB Diminta Tak Main Politik dan Bahayakan Kepentingan Masyarakat
Serikat Pekerja Pertamina...
Serikat Pekerja Pertamina Putuskan Batal Mogok Kerja, Ini Alasannya
Kenangan Sang Mantan...
Kenangan Sang Mantan Sopir Jokowi Ketika Mobil Mogok
DPR Apresiasi Direksi...
DPR Apresiasi Direksi Pertamina Berhasil Atasi Ancaman Mogok Serikat Pekerja
Kendaraan Mogok Massal...
Kendaraan Mogok Massal Usai Isi BBM di SPBU Bekasi, Ini Penjelasan Pertamina
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
22 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
38 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
47 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved