Siswa SMKN 2 Bandung Sukses Rakit Perangkat UN Online

Sabtu, 28 Maret 2015 - 10:52 WIB
Siswa SMKN 2 Bandung...
Siswa SMKN 2 Bandung Sukses Rakit Perangkat UN Online
A A A
BANDUNG - Banyaknya sekolah yang mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) online membuat SMKN 2 Bandung berinisiatif merakit sendiri perangkat UN online.

Kepala SMKN 2 Bandung Asep Tapip mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan penyedia komponen elektronik PT Berca untuk mendorong siswanya merakit laptop dan tablet sebagai sarana pendukung UN online. Dengan be gitu, selain bisa menambah keteram pilan siswa, kekurangan sarana dan prasarana pendukung UN online pun bisa terpenuhi.

“Untuk komponennya, Berca yang menyediakan. Sedangkan perakitan laptop dan tabletnya oleh siswa teknik komputer jaringan kelas 10 dan 11 dibawah pengawasan instruktur Berca,” jelas Asep kepada KORAN SINDO, kemarin. Hingga kini, pihaknya telah merakit 10 unit laptop dan 10 unit tablet. Menurutnya, waktu pengerjaan perakitannyapun terbilang cepat. Untuk pengerjaan 1 unit laptop, tim laptop yang terdiri dari enam siswa berhasil merakit dalam waktu 25 menit.

Sementara untuk 1 unit tablet hanya butuh waktu se kitar 15 menit. Pihaknya akan terus mengembangkan perakitan sarana UN online tersebut dengan terus menjalin kerja sama secara profesional. Bahkan, kata Asep, pihaknyapun berencana menjual perangkat UN online yang dihasilkan siswanya kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Menurut dia, hasil rakitan siswanya tersebut sudah sesuai dengan ketentuan perangkat UN online yang di tetapkan pemerintah.

Asep menambahkan, harga perang kat UN online yang dirakit siswanya lebih murah dibandingkan harga laptop maupun tablet di pasaran. Untuk satu unit laptop, komponennya dihargai Rp2,4 juta sedangkan untuk tablet Rp1,45 juta. Sementara biaya perakitannya hanya Rp500.000 per unitnya. “Nantinya, kami tidak hanya merakit, tapi juga menyediakan jasa service dan penjualan perangkatnya,” imbuh Asep.

Salah seorang anggota tim perakit laptop Billy Maulana mengatakan, dia dan teman satu timnya tidak menemui ken dala dalam proses perakitan. Meskipun begitu, dia juga mengakui bahwa merakit laptop dan tablet lebih sulit ketimbang perangkat lainnya karena komponennya lebih banyak dan ukurannya lebih kecil. “Kalau di kurikulum kami memang hanya dilatih untuk perakitan komputer. Akan tetapi pada praktiknya kami pun bisa merakit laptop dan tablet. Ini pertama kalinya bagi kami dan kami berhasil melakukannya,” pungkasnya.

Anne rufaidah
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
17 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
38 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
46 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
50 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved