Di 5 Stasiun Inilah Tiket Commuter Line Sering Hilang
Rabu, 25 Maret 2015 - 19:03 WIB
Di 5 Stasiun Inilah Tiket Commuter Line Sering Hilang
A
A
A
JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mencatat ada lima stasiun dengan risiko kehilangan kartu tiket harian berjamin (THB). Sikap penumpang yang malas mengembalikan kartu THB menjadi pemicu hilangnya kartu tersebut.
Dirut PT KCJ Muhammad Nurul Fadhil mengungkapkan, lima stasiun dengan risiko kehilangan paling tinggi ialah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jakarta, Stasiun Citayam, Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor.
"Kelima stasiun itu kehilangan kartunya sangat tinggi. Banyak kartu yang hilang di situ. Penyebabnya karena penumpang itu malas mengembalikan kartu tersebut. Jadi kartu itu sudah seperti souvenir saja," terang Fadhil di Kantor PT KCJ, Rabu (25/3/2015).
Fadhil menilai, untuk mengadakan kartu sendiri pihaknya harus memesan terlebih dahulu dari luar negeri. Sebab, hingga saat ini di Indonesia masih belum ada tempat untuk memproduksi kartu tersebut.
Menurut Fadhil, sekira 70% penumpang di hari Sabtu dan Minggu itu lebih memilih menggunakan kartu single trip atau THB. Sebab, pada dua hari itu, kebanyakan penumpang berasal dari luar kota Jakarta.
"Kartu ini kan masih pakai dari luar, lokal kan belum ada. Kalau dari dalam ada pasti kami pakai. Perubahan THB pun kami lakukan untuk mendidik penumpang agat kartunya itu di jaga. Orang pasti mikir-mikir lagi kalau mau di bawa pulang atau tidak dikembalikan karena THB sekarang ini mencapai Rp10.000," ucapnya.
Dirut PT KCJ Muhammad Nurul Fadhil mengungkapkan, lima stasiun dengan risiko kehilangan paling tinggi ialah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jakarta, Stasiun Citayam, Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor.
"Kelima stasiun itu kehilangan kartunya sangat tinggi. Banyak kartu yang hilang di situ. Penyebabnya karena penumpang itu malas mengembalikan kartu tersebut. Jadi kartu itu sudah seperti souvenir saja," terang Fadhil di Kantor PT KCJ, Rabu (25/3/2015).
Fadhil menilai, untuk mengadakan kartu sendiri pihaknya harus memesan terlebih dahulu dari luar negeri. Sebab, hingga saat ini di Indonesia masih belum ada tempat untuk memproduksi kartu tersebut.
Menurut Fadhil, sekira 70% penumpang di hari Sabtu dan Minggu itu lebih memilih menggunakan kartu single trip atau THB. Sebab, pada dua hari itu, kebanyakan penumpang berasal dari luar kota Jakarta.
"Kartu ini kan masih pakai dari luar, lokal kan belum ada. Kalau dari dalam ada pasti kami pakai. Perubahan THB pun kami lakukan untuk mendidik penumpang agat kartunya itu di jaga. Orang pasti mikir-mikir lagi kalau mau di bawa pulang atau tidak dikembalikan karena THB sekarang ini mencapai Rp10.000," ucapnya.
(whb)