Mertua Terduga Isis Bantah Aprimul Tinggal di Rumahnya di Bukit Tinggi
Selasa, 24 Maret 2015 - 15:54 WIB
Mertua Terduga Isis Bantah Aprimul Tinggal di Rumahnya di Bukit Tinggi
A
A
A
BUKIT TINGGI -
BA(68) yang juga mertua terduga jaringan Isis Aprimul Hendri, membantah jika menantunya tersebut pernah tinggal di rumahnya di RT 03/01 Kelurahan Bukit Apik Kota Bukit Tinggi.
Padahal alamat Aprimul yang digerebek oleh Tim Densus 88 minggu lalu , berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah tempat kediaman BA saat ini.
BA menyebutkan, alamat dalam KTP Aprimul dibuat saat menikah dulu dan hanya tinggal sementara sebelum pindah atau mengontrak rumah.
”Jadi dia disini hanya sementara sebelum mengontrak ke Tangah Jua Bukit Tinggi juga,” tegas BA.
Menantunya tersebut lanjut BA, kurang bisa atau sulit diajak komunikasi meskipun merupakan menantu pertama dan yang paling tua.
”Jadi saya pun kurang peduli,” tegasnya.
Menurut BA, sepengetahuanya selain berdagang, menantunya juga merupakan pengurus Masjid Jihad di Tangah Jua . Kemudian kata BA, sejak Januari 2015 menantunya tersebut telah pindah ke Jakarta bersama istri dan anaknya.
” Kita tanya dia (menantunya) ke Jakarta januari, anaknya sekolah disana, kabar dia tertangkap baru tau dari berita di televisi. Kita tidak tau aktivitasnya, tanya ke Masjid Jihad, dia pengurus disana di masjid yang di tangah jua, saya tidak peduli menantu saya ditahan. Keluarga sedang lihat kondisi anak dan cucu di Jakarta,” ujarnya.
Dirumah BA saat ini hanya dihuni oleh BA dan istrinya serta salah seorang anak kos yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Bukt Tinggi.
Sementara ketua RT 0/01 Kelurahan Bukit Apit kota bukittinggi Febrina mengaku tidak mengenal Aprimul meski mertuanya tinggal di wilayahnya. Bahkan Febrina mengakui tidak begitu mengenal wajah Aprimul.
”Wajahnya pun saya tidak begitu mengenal, karena jarang pulang ke rumah mertuanya,” kata Febrina.
Aprimul ditangkap di rumah kontrakan barunya di kawasan petukangan selatan pesanggerahan Jakarta selatan sekitar pukul 16.00 wib pada sabtu 21 Maret 2015 lalu karena diduga terlibat islamic state of iraq and Syria (ISIS).
BA(68) yang juga mertua terduga jaringan Isis Aprimul Hendri, membantah jika menantunya tersebut pernah tinggal di rumahnya di RT 03/01 Kelurahan Bukit Apik Kota Bukit Tinggi.
Padahal alamat Aprimul yang digerebek oleh Tim Densus 88 minggu lalu , berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah tempat kediaman BA saat ini.
BA menyebutkan, alamat dalam KTP Aprimul dibuat saat menikah dulu dan hanya tinggal sementara sebelum pindah atau mengontrak rumah.
”Jadi dia disini hanya sementara sebelum mengontrak ke Tangah Jua Bukit Tinggi juga,” tegas BA.
Menantunya tersebut lanjut BA, kurang bisa atau sulit diajak komunikasi meskipun merupakan menantu pertama dan yang paling tua.
”Jadi saya pun kurang peduli,” tegasnya.
Menurut BA, sepengetahuanya selain berdagang, menantunya juga merupakan pengurus Masjid Jihad di Tangah Jua . Kemudian kata BA, sejak Januari 2015 menantunya tersebut telah pindah ke Jakarta bersama istri dan anaknya.
” Kita tanya dia (menantunya) ke Jakarta januari, anaknya sekolah disana, kabar dia tertangkap baru tau dari berita di televisi. Kita tidak tau aktivitasnya, tanya ke Masjid Jihad, dia pengurus disana di masjid yang di tangah jua, saya tidak peduli menantu saya ditahan. Keluarga sedang lihat kondisi anak dan cucu di Jakarta,” ujarnya.
Dirumah BA saat ini hanya dihuni oleh BA dan istrinya serta salah seorang anak kos yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Bukt Tinggi.
Sementara ketua RT 0/01 Kelurahan Bukit Apit kota bukittinggi Febrina mengaku tidak mengenal Aprimul meski mertuanya tinggal di wilayahnya. Bahkan Febrina mengakui tidak begitu mengenal wajah Aprimul.
”Wajahnya pun saya tidak begitu mengenal, karena jarang pulang ke rumah mertuanya,” kata Febrina.
Aprimul ditangkap di rumah kontrakan barunya di kawasan petukangan selatan pesanggerahan Jakarta selatan sekitar pukul 16.00 wib pada sabtu 21 Maret 2015 lalu karena diduga terlibat islamic state of iraq and Syria (ISIS).
(nag)