Bangunan di Siliwangi Bisa Bikin Celaka

Selasa, 24 Maret 2015 - 12:13 WIB
Bangunan di Siliwangi...
Bangunan di Siliwangi Bisa Bikin Celaka
A A A
SEMARANG - Salah satu bangunan yang terletak di Jalan Siliwangi tepatnya di dekat pertigaan traffic light Jrakah hingga kini belum selesai dibebaskan.

Akibatnya, bangunan itu melintang di jalan dan dinilai pengendara membahayakan. Pantauan KORAN SINDOdi lapangan, bangunan yang menghalangi jalan itu menjorok ke tengah jalan sekitar tiga meter dengan panjang sekitar 10 meter. Untuk menghindari kecelakaan, petugas memasang beton di pinggir bangunan itu dan memasang rambu pengalihan jalur.

Meski begitu, ramainya kendaraan yang melintas memaksa pengendara harus berhenti untuk menghindari bangunan tersebut. Terkadang saat jam pulang kerja, lokasi itu sering macet karena aktivitas pengendara menghindari bangunan.

“Bukan hanya macet, namun bangunan ini mengancam nyawa pengendara. Kalau ada pengendara yang bukan asli Semarang dan baru melintas, tidak menutup kemungkinan akan menabrak bangunan ini karena letaknya yang menjorok ke jalan,” kata Sudharto,54, salah satu pengendara, kemarin.

Sudharto mengatakan, pihaknya juga merasa heran dengan bangunan yang ada di jalan tersebut. Dia menanyakan kenapa bangunan itu tidak dibongkar untuk keperluan pelebaran jalan. “Padahal lainnya sudah dibongkar, ini tinggal satu kok tidak sekalian. Kan kalau seperti ini berbahaya dan menyulitkan pengendara,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Anam,36, warga Ngaliyan. Dia menduga, pembebasan lahan bangunan itu hingga kini belum selesai sehingga mengganggu program pelebaran jalan. “Tapi ini harus terus diupayakan agar selesai semuanya. Kalau memang pemiliknya sulit, harus dilakukan melalui jalur hukum,” tandasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan, satu bangunan yang menjorok ke jalan itu karena belum selesai proses pembebasan lahannya. Proses negosiasi hingga kini masih alot karena pemilik meminta harga terlalu tinggi. “Itu karena pembebasan belum selesai, karena pemiliknya tidak mau dibebaskan. Dia tidak sepakat dengan harga yang kami tawarkan dan meminta harga jauh lebih tinggi,” kata dia.

Meski begitu, Iswar mengaku tidak akan lelah untuk terus melakukan pendekatan dengan pemilik bangunan itu. Namun jika nantinya tetap sulit diselesaikan, pihaknya akan membawanya ke ranah konsinyasi.

“Tetap akan kami upayakan untuk pembebasan lahan itu. Kalau sulit ditempuh jalur pendekatan personal, akan kami lakukan konsinyasi,” tandasnya.

Andika prabowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
9 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
9 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved