MUI Minta Aparat Selidiki ISIS di Garut
Senin, 23 Maret 2015 - 15:02 WIB
MUI Minta Aparat Selidiki ISIS di Garut
A
A
A
GARUT - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut meminta aparat keamanan menyelidiki isu penyebaran ISIS. Permintaan tersebut disampaikan setelah akhir-akhir ini masyarakat diresahkan oleh adanya isu ISIS masuk ke Garut.
“Baru beberapa hari terakhir kami sudah mendengar soal itu (ISIS di Garut). Namun belum ada konfirmasi dengan pihak keamanan. Kami belum meyakini. Makanya kami meminta agar aparat keamanan segera melakukan penyelidikan, apakah kabar ini merupakan bentuk provokasi atau sensasi,” kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH Agus Muhamad Soleh, Senin (23/3/2015).
Menurut Agus, pihaknya tetap berpegang teguh kepada fatwa MUI pusat yang dikeluarkan pada 2006 silam, mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Fatwa tersebut menegaskan bahwa NKRI merupakan bentuk final dari Negara Indonesia.
“ISIS ini sebuah konteks negara. Menanggapi adanya pengaruh ISIS ke Garut, kami tetap berpegang teguh kepada fatwa MUI pusat, bahwa NKRI merupakan final dari Indonesia. Oleh karena itu, MUI Garut khususnya mengajak agar masyarakat tidak terbawa oleh arus. Jangan terpengaruh oleh gerakan seperti itu,” ujarnya.
Kabar mengenai ISIS masuk ke Garut sendiri bermula dari adanya website atas nama Khilafah Daulah Islamiyah yang banyak menempelkan lambang ISIS.
Dalam website tersebut, diposting foto seorang pria mengenakan penutup kepala, memegang senjata laras panjang.
Foto tersebut diduga diambil di kawasan Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan. Pemosting foto ini memiliki nama Abu Musab dan Al-Ghafari.
Foto-foto lain pun beredar di masyarakat. Salah satunya adalah foto bertuliskan Anshar Khilafah Islamiyah from Ciwalen Garut West Java Indonesia.
Foto ini juga menampilkan seseorang pria bermasker dan menenteng senjata laras panjang.
“Baru beberapa hari terakhir kami sudah mendengar soal itu (ISIS di Garut). Namun belum ada konfirmasi dengan pihak keamanan. Kami belum meyakini. Makanya kami meminta agar aparat keamanan segera melakukan penyelidikan, apakah kabar ini merupakan bentuk provokasi atau sensasi,” kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH Agus Muhamad Soleh, Senin (23/3/2015).
Menurut Agus, pihaknya tetap berpegang teguh kepada fatwa MUI pusat yang dikeluarkan pada 2006 silam, mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Fatwa tersebut menegaskan bahwa NKRI merupakan bentuk final dari Negara Indonesia.
“ISIS ini sebuah konteks negara. Menanggapi adanya pengaruh ISIS ke Garut, kami tetap berpegang teguh kepada fatwa MUI pusat, bahwa NKRI merupakan final dari Indonesia. Oleh karena itu, MUI Garut khususnya mengajak agar masyarakat tidak terbawa oleh arus. Jangan terpengaruh oleh gerakan seperti itu,” ujarnya.
Kabar mengenai ISIS masuk ke Garut sendiri bermula dari adanya website atas nama Khilafah Daulah Islamiyah yang banyak menempelkan lambang ISIS.
Dalam website tersebut, diposting foto seorang pria mengenakan penutup kepala, memegang senjata laras panjang.
Foto tersebut diduga diambil di kawasan Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan. Pemosting foto ini memiliki nama Abu Musab dan Al-Ghafari.
Foto-foto lain pun beredar di masyarakat. Salah satunya adalah foto bertuliskan Anshar Khilafah Islamiyah from Ciwalen Garut West Java Indonesia.
Foto ini juga menampilkan seseorang pria bermasker dan menenteng senjata laras panjang.
(sms)