Pasar Rakyat Jadi Promosi UMKM
Senin, 23 Maret 2015 - 12:35 WIB
Pasar Rakyat Jadi Promosi UMKM
A
A
A
SEMARANG - Pasar Rakyat yang digelar oleh KORAN SINDO JATENG dinilai menjadi sarana yang tepat untuk memromosikan dan memperkenalkan produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Asisten II Pemkot Semarang Ayu Enthys mengungkapkan hal itu saat menghadiri Pasar Rakyat di Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. EvenPasarRakyat yangketiga dimeriahkan berbagai acara, dan dikuti sejumlah pelaku UMKM dari Kecamatan Gayamsari, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
“Kegiatan ini ajang yangbagussebagaijembatanbagi para pelaku UMKM untuk melakukan promosi, terutama bagi produk UMKM yang selama kesulitan melakukan promosi,” kata Ayu Enthys. Dikatakannya, kegiatan Pasar Rakyat yang merakyat tidak hanya sebagai wahana promosi tetapi juga bisa untuk mempertemukan UMKM satu dengan yang lainnya. Dengan saling bertemunya pelaku UMKM maka bisa saling melengkapi dan saling belajar.
“Misalnya UMKM A, packing -nya kurang bagus bisa belajar dari UMKM yang sudah bagus dan seterusnya, sehingga mereka semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas dan juga produktivitas,” tuturnya. Dia mengakui, produk UMKM di Kota Semarang memiliki potensi yang cukup besar. Namun, tidak banyak yang mampu bersaing. Karena itu, dibutuhkan sarana dan juga pembinaan yang tepat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini terus memberikan perhatian khusus pada UMKM supaya mereka memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya dengan pasar lokal namun juga pasar luar negeri. “Sebentar lagi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan. UMKM adalah satu basis kuat perekonomian, jadi mereka harus mampu bersaing,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litany Satyawati menambahkan, peningkatan kualitas produk UMKM menjadi hal yang wajib dilakukan terutama untuk menghadapi MEA. “Gayamsari punya banyak produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonimian masyarakat,” ujarnya.
Untuk mampu berkembang, pelaku UMKM harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang tumbuh semakin pesat. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk pengembangan pemasaran.
Dia menyampaikan, di era perdagangan bebas ASEAN ini, para pelaku UMKM harus segera berbenah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dalam rangka memperkuat branding produk secara global, salah satunya melalui jalur pemasaran secara online . “Ini artinya peluang pasar melalui On Line sangat besar dan diprediksi akan terus tumbuh. Sebagai Pelaku UMKM harus dapat membaca dan menangkap momentum ini sebagai sebuah peluang pasar yang harus dikuasai,” jelasnya.
Kepala Biro KORAN SINDO JATENG Wiwekan T Nugroho menyatakan, terselenggaranya Pasar Rakyat tersebut merupakan kerjasama dengan Pemkot Semarang dengan KORAN SINDO JATENG dan enam sponsor, yakni Pertamina Lubricant , Bank Jateng, Kokola Biskuit dan Wafer, Viar, Sirup Fresh, dan Laffair Elozzer. “Kegiatan ini untuk memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka,” katanya.
Dia menjelaskan, Event Pasar Rakyat masih menyisakan satu kali event yang menurut rencana akan digelar pada April mendatang. “Road show Pasar Rakyat sesuai rencana dilakukan di empat Kecamatan, dan sudah digelar di tiga kecamatan menyisakan satu kecamatan,” ujarnya.
Andik sismanto
Asisten II Pemkot Semarang Ayu Enthys mengungkapkan hal itu saat menghadiri Pasar Rakyat di Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. EvenPasarRakyat yangketiga dimeriahkan berbagai acara, dan dikuti sejumlah pelaku UMKM dari Kecamatan Gayamsari, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
“Kegiatan ini ajang yangbagussebagaijembatanbagi para pelaku UMKM untuk melakukan promosi, terutama bagi produk UMKM yang selama kesulitan melakukan promosi,” kata Ayu Enthys. Dikatakannya, kegiatan Pasar Rakyat yang merakyat tidak hanya sebagai wahana promosi tetapi juga bisa untuk mempertemukan UMKM satu dengan yang lainnya. Dengan saling bertemunya pelaku UMKM maka bisa saling melengkapi dan saling belajar.
“Misalnya UMKM A, packing -nya kurang bagus bisa belajar dari UMKM yang sudah bagus dan seterusnya, sehingga mereka semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas dan juga produktivitas,” tuturnya. Dia mengakui, produk UMKM di Kota Semarang memiliki potensi yang cukup besar. Namun, tidak banyak yang mampu bersaing. Karena itu, dibutuhkan sarana dan juga pembinaan yang tepat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini terus memberikan perhatian khusus pada UMKM supaya mereka memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya dengan pasar lokal namun juga pasar luar negeri. “Sebentar lagi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan. UMKM adalah satu basis kuat perekonomian, jadi mereka harus mampu bersaing,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litany Satyawati menambahkan, peningkatan kualitas produk UMKM menjadi hal yang wajib dilakukan terutama untuk menghadapi MEA. “Gayamsari punya banyak produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonimian masyarakat,” ujarnya.
Untuk mampu berkembang, pelaku UMKM harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang tumbuh semakin pesat. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk pengembangan pemasaran.
Dia menyampaikan, di era perdagangan bebas ASEAN ini, para pelaku UMKM harus segera berbenah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dalam rangka memperkuat branding produk secara global, salah satunya melalui jalur pemasaran secara online . “Ini artinya peluang pasar melalui On Line sangat besar dan diprediksi akan terus tumbuh. Sebagai Pelaku UMKM harus dapat membaca dan menangkap momentum ini sebagai sebuah peluang pasar yang harus dikuasai,” jelasnya.
Kepala Biro KORAN SINDO JATENG Wiwekan T Nugroho menyatakan, terselenggaranya Pasar Rakyat tersebut merupakan kerjasama dengan Pemkot Semarang dengan KORAN SINDO JATENG dan enam sponsor, yakni Pertamina Lubricant , Bank Jateng, Kokola Biskuit dan Wafer, Viar, Sirup Fresh, dan Laffair Elozzer. “Kegiatan ini untuk memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka,” katanya.
Dia menjelaskan, Event Pasar Rakyat masih menyisakan satu kali event yang menurut rencana akan digelar pada April mendatang. “Road show Pasar Rakyat sesuai rencana dilakukan di empat Kecamatan, dan sudah digelar di tiga kecamatan menyisakan satu kecamatan,” ujarnya.
Andik sismanto
(ars)