PGOT Beroperasi Malam Hari

Senin, 23 Maret 2015 - 12:30 WIB
PGOT Beroperasi Malam...
PGOT Beroperasi Malam Hari
A A A
TEGAL - Pola operasi pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) berubah menyusul gencarnya razia yang dilakukan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tegal.

Untuk menghindari penertiban, ratusan PGOT ini memilih turun ke jalan pada malam hari. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinsosnakertrans Kota Tegal, Imam Teguh Sutopo, mengatakan, masyarakat khususnya pengguna jalan mengeluhkan keberadaan pengemis dan pengamen yang beroperasi pada malam hari. Mereka biasanya berkumpul di sejumlah traffict light dan tempat keramaian.

“Sekarang kecenderungannya malam hari. Masyarakat banyak yang lapor dan mengeluhkan karena ada yang sampai menggedor kaca mobil,” kata Imam usai menggelar razia PGOT, Sabtu (21/3) malam. Menurutnya, kondisi tersebut memaksa untuk mengubah jadwal razia dengan menyesuaikan pola operasi pengamen.

Dalam razia yang digelar akhir pekan lalu, personel gabungan dari Dinsosnakertrans, Kesbangpolinmas, Satpol PP, dan polres menyusuri jalan protokol seperti Jalan AR Hakim, dan Jalan Jenderal Sudirman. Mereka juga mendatangi pusat keramaian seperti alun-alun kota. Hasilnya, tim gabungan yang bergerak mulai pukul 19.30 WIB, berhasil mengamankan 32 orang PGOT.

Saat didekati, beberapa di antaranya sempat berusaha kabur agar tidak diangkut ke mobil patroli. Petugas pun harus bersusah payah mengejar mereka yang mencoba lari. Imam mengungkapkan, dari 32 orang yang terjaring razia, 12 orang di antaranya berasal dari Kota Tegal, sedangkan sisanya dari daerah lain. Terdapat enam orang yang masih tergolong anak-anak, 17 orang dewasa, dan sembilan orang lanjut usia. Jika dibagi dalam karakteristik jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), mereka yang terjaring razia dari 14 pengemis, enam gelandangan, dua psikotik, tujuh pengamen, dan dua pemulung.

“Setelah kami data, mereka yang terjaring akan dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Samekto Karti Comal,” kata Imam. Imam menambahkan, razia PGOT akan terus dilakukan secara rutin baik malam hari maupun siang hari untuk mengurangi jumlah pengemis dan pengamen yang meresahkan masyarakat. Senada, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Tegal, Makhsun Bustomi, menambahkan, terdapat tiga anak jalanan hasil razia yang masuk kriteria untuk diikutkan dalam program pembinaan anak jalanan.

“Program pembinaan anak jalanan ini merupakan bantuan dari pemerintah provinsi,” kata Bustomi. Dia menjelaskan, dari data yang diperoleh setelah razia, akan menindaklanjuti dengan berkunjung ke rumah para anak jalanan tersebut untuk verifikasi apakah bisa diikutkan dalam program pembinaan anak jalanan atau tidak.

“Selain dari kami, nantinya juga akan disurvei secara langsung oleh pihak Dinsos Provinsi jateng untuk diverifikasi,” ucapnya. Diketahui, tahun ini Kota Tegal mendapat jatah bantuan untuk 25 orang anak jalanan. Mereka yang masuk dalam kriteria akan diberikan pembinaan dan bantuan berupa alat usaha sesuai keahlian yang diminati.

Farid firdaus
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
16 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
55 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved