Panas Maksimal, tapi Hemat Elpiji hingga 30
Minggu, 22 Maret 2015 - 09:20 WIB
Panas Maksimal, tapi Hemat Elpiji hingga 30
A
A
A
Apa yang terbayang saat Anda mendengar kata kompor gas? Pasti yang terbesit di pikiran adalah panas dan rawan meledak. Namun, Anda akan tercengang saat melihat temuan Purwanto, warga Perum Medono Indah, RT 2/X, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan ini.
Kompor dingin karya Purwanto tersebut berupa pipa besi yang dimodifikasi dengan ujung dibuatkan lubang yang dipesankan khusus di tukang bubut. Purwanto mengklaim bisa menghasilkan panas lebih maksimal dan hemat penggunaan elpiji. “Panas lebih maksimal dengan kompor dingin ini. Namun api dari kompor dingin ini disemburkan ke bara dari bahanbahan bekas pada tungku tanah.
Bahan bara bekas itu bisa pakai pecahan genteng. Panas dari bara itu bisa lebih maksimal. Sumber panas bukan api karena panas yang dihasilkan dari bara jauh lebih baik dibandingkan api,” paparnya. Dengan memanfaatkan panas pada bara itu, Purwanto mengklaim bisa menghemat elpiji hingga 30%.
Sebab api yang disemburkan ke bara akan menghasilkan panas yang lebih besar jika dibanding api yang langsung muncul. “Ini sangat cocok untuk industri. Kalau untuk rumah tangga kurang pas. Sebab api dari bara yang dihasilkan sangat besar, sedangkan kebutuhan untuk rumahan paling tidak banyak,” ujar Purwanto.
Tak seperti kompor pada umumnya, pipa buatan Purwanto tetap dingin, meskipun baru saja digunakan untuk memasak atau membakar. Selain hemat, kompor dingin tersebut diklaim ramah lingkungan. Ketua Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Kecamatan Pekalongan Utara Benni Ismail berharap lebih banyak masyarakat yang berinovasi.
Prahayuda Febrianto
Pekalongan
Kompor dingin karya Purwanto tersebut berupa pipa besi yang dimodifikasi dengan ujung dibuatkan lubang yang dipesankan khusus di tukang bubut. Purwanto mengklaim bisa menghasilkan panas lebih maksimal dan hemat penggunaan elpiji. “Panas lebih maksimal dengan kompor dingin ini. Namun api dari kompor dingin ini disemburkan ke bara dari bahanbahan bekas pada tungku tanah.
Bahan bara bekas itu bisa pakai pecahan genteng. Panas dari bara itu bisa lebih maksimal. Sumber panas bukan api karena panas yang dihasilkan dari bara jauh lebih baik dibandingkan api,” paparnya. Dengan memanfaatkan panas pada bara itu, Purwanto mengklaim bisa menghemat elpiji hingga 30%.
Sebab api yang disemburkan ke bara akan menghasilkan panas yang lebih besar jika dibanding api yang langsung muncul. “Ini sangat cocok untuk industri. Kalau untuk rumah tangga kurang pas. Sebab api dari bara yang dihasilkan sangat besar, sedangkan kebutuhan untuk rumahan paling tidak banyak,” ujar Purwanto.
Tak seperti kompor pada umumnya, pipa buatan Purwanto tetap dingin, meskipun baru saja digunakan untuk memasak atau membakar. Selain hemat, kompor dingin tersebut diklaim ramah lingkungan. Ketua Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Kecamatan Pekalongan Utara Benni Ismail berharap lebih banyak masyarakat yang berinovasi.
Prahayuda Febrianto
Pekalongan
(bbg)