Diduga Ada Kepentingan Besar Dibalik Kisruh Ahok-DPRD
Kamis, 19 Maret 2015 - 00:14 WIB
Diduga Ada Kepentingan Besar Dibalik Kisruh Ahok-DPRD
A
A
A
JAKARTA - Dibalik kisruh antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan DPRD terkait APBD DKI diduga ada kepentingan besar kelompok tertentu.
Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Muhamad Hatta Taliwang mengungkapkan, dibalik kisruh Ahok dengan DPRD DKI Jakarta, terdapat kepentingan kelompok-kelompok tertentu seperti proyek raksasa Giant Sea Wall (GSW).
"Proyek GSW itu proyek raksasa dan besar. Ada analisis Ahok ribut di wilayah kecil untuk mengamankan wilayah yang sesungguhnya," duga Hatta di Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Menurut Hatta, dari informasi yang didapat, e-budgeting yang disampaikan Ahok ke Kemendagri tercantum GSW, padahal dalam pembahasan sebelumnya antara DPRD dan Pemprov DKI, anggaran tersebut sama sekali tidak tercantum.
Lebih lanjut Hatta mengatakan, dalam e-budgeting itu semua terdapat rinciannya, seperti juga hal-nya proyek monorel.
Menurut Hatta, bahaya dari proyek GSW adalah sulit mendeteksi kapal-kapal yang akan merapat nanti. Apalagi kalau nanti di monopoli oleh kelompok-kelompok tertentu.
Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Muhamad Hatta Taliwang mengungkapkan, dibalik kisruh Ahok dengan DPRD DKI Jakarta, terdapat kepentingan kelompok-kelompok tertentu seperti proyek raksasa Giant Sea Wall (GSW).
"Proyek GSW itu proyek raksasa dan besar. Ada analisis Ahok ribut di wilayah kecil untuk mengamankan wilayah yang sesungguhnya," duga Hatta di Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Menurut Hatta, dari informasi yang didapat, e-budgeting yang disampaikan Ahok ke Kemendagri tercantum GSW, padahal dalam pembahasan sebelumnya antara DPRD dan Pemprov DKI, anggaran tersebut sama sekali tidak tercantum.
Lebih lanjut Hatta mengatakan, dalam e-budgeting itu semua terdapat rinciannya, seperti juga hal-nya proyek monorel.
Menurut Hatta, bahaya dari proyek GSW adalah sulit mendeteksi kapal-kapal yang akan merapat nanti. Apalagi kalau nanti di monopoli oleh kelompok-kelompok tertentu.
(ysw)