Mitos Batu Bata Merah di Candi Abang

Kamis, 19 Maret 2015 - 07:17 WIB
Mitos Batu Bata Merah...
Mitos Batu Bata Merah di Candi Abang
A A A
SLEMAN - Candi Abang yang berada di atas bukit Perkampungan Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyimpan sejuta misteri.

Ada pantangan yang dipercaya bisa membuat petaka jika dilanggar, yakni membawa pulang atau mencuri batu bata merah di lokasi candi. Konon, jika nekat membawa pulang batu bata merah di candi tersebut, sang pencuri bisa gila alias tidak waras sesampainya dirumahnya. Pantangan itu tetap terawat hingga kini di masyarakat sekitar Candi Abang.

Kabag Pembangunan Desa Jogotirto Maryadi mengaku, pantangan itu ada sejak zaman nenek moyang. Artinya, tak diketahui sejak kapan pantangan itu ada.

"Ceritanya memang seperti itu, kalau membawa pulang batu bata merah di Candi Abang, sampai rumah bisa gila," kata Maryadi ditemui wartawan, di Balai Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Rabu (18/3/2015).

Tidak diketahui apa sudah ada bukti terkait cerita mistik itu. Namun, cerita itu begitu kuat sehingga masyarakat sekitar tak ingin berspekulasi untuk mencoba mencuri batu bata merah di Candi Abang.

"Percaya atau tidak, ya dipersilahkan. Tetapi enggak ada yang mau ambil risiko, kalau nanti misal menjadi gila gara-gara batu bata merah, bagaimana?" katanya dengan nada tanya.

Pria yang tinggal di Candibang, tak jauh dari Candi Abang itu menambahkan, pantangan mengambil batu bata merah itu kental dengan nilai edukasi. Artinya, ada semacam ajaran atau pembelajaran supaya seseorang tidak melakukan pencurian maupun pengrusakan di lokasi candi.

"Ya, bisa saja itu ajaran bagi anak cucu supaya tidak mencuri. Semacam pembelajaran jangan mencuri, jangan merusak, jangan mengambil bukan hak, dan lain-lainnya," bebernya.

Selain pantangan, ada mitos lain yang dipercaya warga setempat, yakni lokasi candi merupakan tempat menyimpan harta karun. Konon, ada segepok emas sebesar anak kerbau yang dijaga sosok gaib bernama Kiai Jagal.

"Ya, ceritanya ada emas sebesar gudel (anak kerbau) di dalam candi. Emas itu dijaga lelembut Kiai Jagal," paparnya.
(san)
Berita Terkait
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Mengenal Tugu Leitje...
Mengenal Tugu Leitje di Pemalang yang Kini Dijadikan Cagar Budaya
Jembatan Cagar Budaya...
Jembatan Cagar Budaya di Kediri Kembali Dibuka
Pemprov DKI Tetapkan...
Pemprov DKI Tetapkan 14 Cagar Budaya, Ini Daftarnya
Jokowi Minta Jejak Peradaban...
Jokowi Minta Jejak Peradaban Dilestarikan
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
5 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
6 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved