Sekolah Swasta Butuh Perhatian Pemerintah

Kamis, 19 Maret 2015 - 01:05 WIB
Sekolah Swasta Butuh...
Sekolah Swasta Butuh Perhatian Pemerintah
A A A
BANDUNG - Kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta sulit dihilangkan tanpa bantuan pemerintah.

Sebab itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan terhambat dengan penyediaan sarana dan prasarana sekolah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Zulkarnaen Sinaga mengemukakan, sekolah swasta lebih direpotkan dengan urusan operasional sekolah.

Berbeda dari sekolah negeri, sekolah swasta mengandalkan dana dari masyarakat untuk operasionalnya.

"Kebanyakan sekolah swasta adalah sekolah yang melayani masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ini lain ceritanya dengan sekolah swasta yang elit," ujarnya, ketika dihubungi wartawan (18/3/2015).

Dia mengatakan ada beberapa hal yang sulit dihapuskan. Pertama, sekolah swasta tidak disediakan lahan dan gedung sekolah.

Sehingga tidak heran, banyak sekolah swasta yang masih bangunannya masih menumpang atau menyewa. Sementara sekolah negeri, saran dan prasarananya dilengkapi oleh negara. "Karena hanya sekolah swasta yang berani berada sampai ke pelosok," ujarnya.

Kedua, terkait penerimaan siswa baru dimana sekolah swasta hanya bisa menunggu calon siswa yang akan mendaftar setelah dinyatakan tidak lolos seleksi ke sekolah negeri. Menurutnya, dalam aturan, memang sekolah swasta tidak dapat diikutkan dalam alternatif pilihan sekolah.

"Nantinya, ini akan menciptakan sekolah-sekolah favorit di swasta. Ini akan membuat persaingan semakin tidak sehat," ujarnya.

Zulkarnaen menyarankan pemerintah hanya memberikan satu opsi dalam penerimaan siswa baru. Ketika siswa dinyatakan gagal di pilihan tersebut, maka tidak ada upaya lain kecuali memilih sekolah swasta.

Ketiga, jargon kampanye calon kepala daerah tentang sekolah gratis. Saat menang pemilihan, ucap Zulkarnaen, janji itu akan ditagih. Ini juga memberatkan sekolah negeri. Dikatakan Zulkarnaen, banyak sekolah negeri menerapkan efisiensi karena tidak lagi memungut dari siswa.

Sedangkan di swasta, tidak ada batasan menerima siswa miskin. Zulkarnaen menyebutkan sekolah harus tetap melayani siswa miskin. "Ini berarti, yayasan yang harus lebih pintar mencari sumber dana untuk operasional sekolah," kata Zulkarnaen.
(lis)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
19 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
41 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved