Sukses Berwirausaha Jamur Tiram, Kini Rajin Berbagi

Rabu, 18 Maret 2015 - 10:51 WIB
Sukses Berwirausaha...
Sukses Berwirausaha Jamur Tiram, Kini Rajin Berbagi
A A A
Tidak pernah dibayangkan Ali Sadikin Berutu jika jamur tiram yang pernah disajikan ibu mertuanya kini menjadi peluang usaha baginya. Suguhan sang mertua tersebut menjadi inspirasi yang sukses mengantarkannya sebagai seorang wirausaha muda di Kota Medan.

Hanya berbekal browsing via internet, lulusan STIE Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, ini sukses mempelajari budi daya jamur tiram hingga pemasarannya. Pria 28 tahun memulai usaha ini dengan memanfaatkan perkarangan rumah di Jalan Melati Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Kini, suami dari Ida Sari Pertama Bancin itu sudah mampu memproduksi 10–15 kg jamur setiap harinya, dan 6.000–7.000 bibit dengan omzet Rp30 juta per bulan.

“Permintaan pelanggan cukup besar, bahkan bisa mencapai 30 kg setiap harinya. Namun, karena keterbatasan modal, maka tak terpenuhi,” ungkapnya kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin. Selain via internet, dia juga banyak belajar menanam sayuran dengan mendatangi petani langsung. Petani yang kerap didatanginya adalah petani yang memiliki permasalahan yang berbeda dengannya.

Karena prinsipnya, dengan banyak masalah yang ditemukan, maka semakin banyak ide yang muncul untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pria yang kini kuliah di Fakultas Sastra, UISU, ini menilai budi daya jamur tiram memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Sebab, petani jamur tiram di daerah Medan masih sangat minim.

Dia memperkirakan tidak sampai lima orang lantaran minimnya ketersediaan lahan. Padahal, membudidayakan jamur tiram sebenarnya bisa dimulai dari pekarangan rumah. Dengan melihat produksi yang masih minim sementara permintaan terus berdatangan dari restoran, warga Medan tentu sangat berpeluang menjadikan jamur tiram sebagai bisnis. Kini, dia sudah mulai memperluas lahan pertanian budi daya jamur tiram di Jalan Mawar dengan luas lahan sekitar 20x20 meter.

Lahan di Jalan Mawar lebih dikhususkan untuk inkubasi (penyimpanan) dan pembuahan. Dia menjelaskan, budi daya jamur tiram, mulai dari proses pencampuranpressing- sterilisasi (perebusan)-inokulasi (pembibitan)-inkubasi (penyimpanan)- pembuahan, akan lancar jika bahan serbuk kayu yang digunakan bagus.

Sehari-hari dia hanya menggunakan serbuk kayu dari karet lantaran badan pohon karet tidak bergetah. Jika serbuk kayu yang digunakan bergetah, biasanya jamur akan sulit hidup. Bahan yang digunakan ada dedak, serbuk kayu (karet), tepung jagung/tapioka, dan air 60% dalam setiap bibit. Dia berharap pemuda di Medan jangan takut memulai bisnis budi daya jamur tiram.

Apalagi jika hanya persoalan modal. Pasalnya, saat dia mendirikan usaha tersebut, tepatnya awal 2011 lalu, hanya bermodalkan Rp3 juta dengan bibit yang masih terbatas di pekarangan rumah. “Setiap memulai bisnis, kita tentu melihat sejauh mana pasar yang akan kita produksi.

Saya lihat jamur tiram pasarnya cukup banyak, apalagi jamur tiram ini tidak menggunakan bahan kimia dan sangat sehat. Selain sebagai sayur, juga bisa diolah menjadi makanan ringan,” ucapnya. Meskipun sudah sukses membudidayakan tanaman jamur tiram, dia tetap rendah hati dan ingin membantu masyarakat yang ingin memulai usaha jamur tiram melalui blog http://jamurtiramdaerahmed an.blogspot.com/.

Selain itu, masyarakat yang ingin belajar langsung bisa datang ke rumahnya. “Sejauh ini ada beberapa yang ingin belajar jamur tiram tapi mereka kebanyakan dari luar Medan (Jawa). Sementara saya berharap warga Medan yang harus belajar membudidayakan jamur tiram agar semakin banyak petaninya. Kaum muda sudah saat membuka usaha sendiri jangan takut terhadap kegagalan tapi harus di coba dulu baru tahu hasilnya,” tandasnya.

Irwan Siregar
Medan
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
7 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
8 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
8 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
9 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
9 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
10 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved