Penyiksaan Geng Wanita Terhadap Pelajar SMA Hanya Aksi Solidaritas

Selasa, 17 Maret 2015 - 17:05 WIB
Penyiksaan Geng Wanita...
Penyiksaan Geng Wanita Terhadap Pelajar SMA Hanya Aksi Solidaritas
A A A
BANTUL - Nk, tersangka pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap siswa SMA Budi Luhur, LAA, mengaku apa yang dilakukannya merupakan aksi solidaritas semata.

Nk, satu-satunya tersangka di bawah umur ini berharap agar hukuman yang diberikan tidak seperti yang didakwakan selama ini.

Kuasa hukum Nk dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) DIY, Pranowo mengatakan, Nk bukan sebagai inisiator atau pemilik ide aksi penyekapan dan penganiayaan.

Sebagai seorang remaja, dia tidak mengetahui resiko yang harus dihadapi dengan aksi tersebut. Dia melakukan karena solidaritas dengan teman-temannya.

“Biasa, kalau anak muda ingin menunjukkan solidaritasnya. Terkadang karena paling muda, maka aksi solidaritasnya lebih besar dibanding dengan yang lain,” tuturnya, Selasa (17/3/2015) sebelum sidang lanjutan kasus penyekapan dan penyiksaan dengan terdakwa Nk digelar.

Karena bukan yang menginisiatif, maka hukuman yang dikenakan seharusnya diupayakan lebih ringan dari pelaku yang lain.

Selain itu, karena masih di bawah umur, maka seharusnya nanti majelis hakim hanya menjatuhkan setengah dari besaran ancaman hukuman dalam dakwaan yang diajukan oleh kejaksaan.

Dalam sidang sebelumnya, korban LAA menyebutkan Nk, mulai proses penjemputan dirinya saat berada di wilayah Babarsari, Sleman hingga dibawa ke indekos yang terletak di Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon.

Nk juga memukuli, dan memasukkan botol minuman keras ke dalam kemaluan korban, dan masih banyak lagi perannya.

“LAA diancam dibunuh dua kali oleh Nk dan Ratih,” ujar pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bantul Lembar Diah Ayu.

Dalam kesaksian LAA juga terungkap Nk dan DTR yang diduga sebagai dalang pelaku penyekapan dan penyiksaan.

Keduanya pernah mengeluarkan ancaman mengerikan. Korban akan disilet tubuhnya dan dibunuh serta membuang jasadnya ke laut bila perkara ini dilaporkan ke kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Bantul, AKBP Surawan mengatakan, untuk tersangka lain, pihaknya masih berkonsultasi dengan pihak kejaksaan terkait dengan kelengkapan berkas tersangka lain yang sudah ditangkap.

Jika pihak Kejaksaan menyatakan lengkap, maka berkas tersebut akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan agar bisa disidangkan seperti Nk.

“Kami juga mengejar tersangka lain. Saat ini mereka sudah kabur di luar DIY, tetapi masih di Pulau Jawa,” ungkap Surawan.
(sms)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
2 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
3 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
4 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
5 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
6 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
6 jam yang lalu
Infografis
7 Jenderal TNI Alumni...
7 Jenderal TNI Alumni SMA Taruna Nusantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved