AS Puji Emansipasi di Indonesia

Sabtu, 14 Maret 2015 - 09:10 WIB
AS Puji Emansipasi di...
AS Puji Emansipasi di Indonesia
A A A
MEDAN - Wakil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Kristen F Bauer, memuji emansipasi wanita di Indonesia. Bahkan, Indonesia pernah memiliki seorang presiden perempuan.

“Di Amerika belum ada perempuan menjadi presiden. Sedangkan di Indonesia sudah pernah memiliknya,” katanya saat menjadi pembicara Kuliah Umum Pemberdayaan Kaum Perempuan Serta Kekerasan yang Sering Terjadi pada Perempuan di Wisma Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (13/3).

Kuliah umum tersebut merupakan rangkaian kegiatan American Day in Campus yang dipusatkan di Pendopo USU. American Day in Campus juga menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya dari kedua negara. Kristen F Bauer mengatakan, berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah terlintas untuk dilakukan perempuan, sekarang perempuan bisa menjadi apa saja.

“Saya menjamin jika hal ini semakin baik, maka para perempuan di masa datang akan semakin hebat,” ujarnya. Namun, Kristen mengatakan, kasus kekerasan terhadap wanita di dua negara (Amerika Serikat dan Indonesia) masih tinggi. “Angka kekerasan di dunia tidak terkecuali di Indonesia dan Amerika masih tinggi,” katanya.

Di Amerika Serikat, kata Kristen, kasus kekerasan terhadap wanita semakin berkurang karena pemerintah berhasil memaksimalkan penegakan hukum. Selain itu, perlu banyak melibatkan wanita dalam bidang politik dan ekonomi sehingga bisa memperjuangkan kepentingan kaumnya.

“Kami selalu menghargai perempuan. Amerika selalu memberikan penghargaan kepada para perempuan yang mampu menunjukkan perannya dalam bidang perubahan serta pemberdayaan perempuan di segala bidang,” ujarnya.

Wakil Rektor IV USU, Prof Ningrum Natasya Sirait mengatakan, kontribusi perempuan Indonesia, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik, sudah mulai baik. “Namun, kasus kekerasan terhadap perempuan masih banyak terjadi di negeri ini. Payung hukum untuk melindungi perempuan di Indonesia sudah bagus, hanya praktiknya belum berjalan maksimal,” katanya.

Dia menyatakan, permasalahan seputar kekerasan terhadap perempuan merupakan tugas penting ke depan. “Semua pihak harus berkontribusi, terutama kaum perempuan. Kalau perempuan tidak berbuat, jangan harap laki-laki akan melakukannya lebih baik,” kata Ningrum.

Syukri amal
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved