Tiga Tahun SPBU Nelayan di Subang Kumuh dan Telantar

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:58 WIB
Tiga Tahun SPBU Nelayan...
Tiga Tahun SPBU Nelayan di Subang Kumuh dan Telantar
A A A
SUBANG - Stasiun pengisian diesel nelayan (SPDN), atau SPBU khusus nelayan di kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Misaya Guna, Kampung Trungtum, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, telantar.

Sejak diresmikan beroperasi pada 2012 silam, keberadaan SPBU nelayan yang pembangunannya menghabiskan dana dari APBN sebesar Rp480 juta itu, kini kondisinya tidak terawat. Sebab, sejak tiga tahun lalu, praktis tidak berfungsi. Padahal, keberadaan SPBU tersebut dibutuhkan oleh ratusan nelayan setempat, untuk memenuhi konsumsi bahan bakar solar perahu mereka.

“SPBU ini udah lama tidak berfungsi, sekitar tiga tahun lalu. Dulu diresmikannya bupati sekitar 2012 lalu, tapi tak bertahan lama,”ujar Kusnadi, 55, nelayan Desa Patimban kepada KORAN SINDO kemarin. Setelah diresmikan, tutur dia, SPBU yang pada awal operasinya diisi solar sebanyak 16.000 liter itu, hanya mampu bertahan sekitar dua minggu.

Setelah isi tangkinya habis, SPBU itu berhenti beroperasi, karena tidak lagi mendapat kiriman atau pasokan solar dari Pertamina. “Apalagi setelah Ketua TPI nya ganti sama yang baru, SPBU langsung stop. Mungkin karena yang punya hak DO nya Ketua TPI yang lama. Sebab memang pembangunan SPBU dan peresmiannya dilakukan ketika TPI di pimpin ketua yang dulu. Sementara ketua baru kayaknya belum punya DO dari Pertamina,” paparnya.

Nelayan lainnya, Wasrim, 60, menyesalkan tidak berfungsinya SPBU tersebut. Sebab, kondisi itu kerap mengakibatkan ratusan nelayan Desa Patimban kesulitan memeroleh bahan bakar solar untuk menjalankan perahu mereka. Sementara untuk membeli di eceran, harganya lebih tinggi.

“Keberadaan SPBU ini penting bagi kami untuk mencukupi kebutuhan BBM perahu nelayan, dengan harga yang lebih murah. Dalam sehari melaut misalnya, satu perahu butuh 90 liter solar. Kalau belinya di eceran atau di SPBU di luar Patimban, kami harus keluarkan biaya besar plus ongkos jalan. Tapi kalau ke SPBU ini, biayanya bisa berkurang,”tuturnya.

Selanjutnya, dia menyebut, pihak TPI sempat berkali-kali mengajukan kepada pemerintah dan Pertamina agar bisa kembali mengoperasikan SPBU tersebut. Namun, hingga kini, pengajuan itu belum juga ditanggapi.

“Saya dan para nelayan disini berharap, SPBU ini bisa kembali difungsikan, agar kebutuhan BBM solar terpenuhi, dan supaya kami tidak usah jauh-jauh beli solar ke Pusakanagara di jalur pantura. Selain itu, agar biaya pembangunan SPBU yang setahu saya nyampai Rp400 juta lebih tidak kebuang percuma,” pungkasnya.

Usep husaeni
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran
4 jam yang lalu
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
5 jam yang lalu
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
5 jam yang lalu
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
6 jam yang lalu
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
8 jam yang lalu
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved