Minta Razia Perempuan Malam

Rabu, 11 Maret 2015 - 10:06 WIB
Minta Razia Perempuan...
Minta Razia Perempuan Malam
A A A
LUBUKLINGGAU - Sejumlah pe rempuan yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lu buklinggau-Mura menggelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Lubuklinggau, kemarin.

Dalam aksi ini, massa meminta razia perempuan “malam” lebih di - tingkatkan. Aksi damai mayoritas ini dila kukan dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia pada 7 Maret yang lalu. Mereka mendatangi Kantor Pemkot Lubuklinggau sekitar pukul 11.30 WIB. Di sini mereka sempat tertahan sekitar se tengah jam di gerbang pintu masuk Pemkot Lubuklinggau lantaran petugas Pol PP tak mem per kenankan masuk lantaran sejumlah pejabat pemkot tengah meng gelar rapat koordinasi (rakor) di ruang rapat pemkot.

“Kami ingin menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pem kot Lubuklinggau terkait pe ringatan hari Perempuan Sedunia,” kata Ketua Aksi, Yuliza dalam orasinya. Setelah berorasi di depan pintu masuk gerbang kantor pemkot, barulah sejumlah pendemo diperkenankan masuk.

“Kami meminta agar Pemkot Lubuklinggau merazia perempuan “malam” yang berkeliaran pa da malam yang bukan pada waktunya. Sebab masih banyak yang berkeliaran di malam hari,” tegasnya. Dia menjelaskan, pihaknya tidak melarang kaum perempuan untuk keluar di malam hari. Tapi ada segelintir kaum perempuan yang memang keluar di larut malam untuk menjajakan cinta.

“Itu harus dirazia. Mereka merusak moral,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya men desak pemkot untuk serius memerhatikan kaum perempuan yang saat ini masih termajinalkan oleh oknum. Lalu men desak DPRD Lubuklinggau untuk segera mengeluarkan perda ten tang perlindungan terhadap kaum perempuan. “Itu sebagai payung hukum yang jelas untuk di daerah yang selaras dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia,” jelas dia.

Desakan lainnya yakni agar Polres Lubuklinggau dan Polres Mura serius melakukan percepatan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah hukum mereka masingmasing. Dalam orasinya juga ditegaskan masih ada penindasan- penindasan yang terjadi di antaranya KDRT dan wanita di bawah umur dan perlu ditindak. Sementara itu, sebelumnya aksi damai juga dilakukan sejumlah perempuan GMNI di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lubuk linggau.

Mereka menyambangi Kantor DPRD itu sekitar pukul 10.30 WIB. Namun, hanya di terima pihak sekretariat DP - RD karena para legislatif sedang dinas luar.

Hengky chandra agoes
(ars)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved