DKI Berencana Bangun Rusun di Eks Kebakaran Kebon Melati
Selasa, 10 Maret 2015 - 00:05 WIB
DKI Berencana Bangun Rusun di Eks Kebakaran Kebon Melati
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji kemungkinan untuk membangun rusun di lahan bekas kebakaran yang terjadi di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakpus.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat hari ini.
"Sedang dikaji dulu. Kalau dari segi penataan kotanya itu tidak ada masalah. Artinya, di lokasi kena (kebakaran) akan kita geser karena yang terbakar punya PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api). Tapi kami mau cek dulu PJKA sejauh mana itu kepemilikannya," ujar Saefullah, Senin (9/3/2015).
Tak hanya itu, rumah susun (rusun) yang tengah dikaji itu juga akan dibangun pasar yang berada di bawah rusun.
"Rencananya kita bangun seperti itu. Akan jadi aset Pemda yang dipisahkan dibawah PD Pasar Jaya. Nanti PD Pasar Jaya yang akan lakukan MoU dengan siapa saja, dengan pengembang atau apa, jadi konsepnya bawahnya adalah pasar, atasnya rusunawa," tutur Saefullah.
Mengenai warga yang terkena dampak kebakaran, menurut Saefullah laporan dari Wali Kota dan Camat sudah 50 persen yang meninggalkan penampungan.
"Mungkin ada yang pindah ke saudara atau apa itu kan, ada yang kontrak juga. Jadi yang masih bertahan 50 persen. Kalau SOP (standard operational procedure)-nya dari Dinas Sosial kita satu minggu. Tapi kalau satu minggu masih dibutuhkan keberadaan posko akan kita perpanjang untuk kebutuhan makannya, itu saja," jelas Saefullah.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat hari ini.
"Sedang dikaji dulu. Kalau dari segi penataan kotanya itu tidak ada masalah. Artinya, di lokasi kena (kebakaran) akan kita geser karena yang terbakar punya PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api). Tapi kami mau cek dulu PJKA sejauh mana itu kepemilikannya," ujar Saefullah, Senin (9/3/2015).
Tak hanya itu, rumah susun (rusun) yang tengah dikaji itu juga akan dibangun pasar yang berada di bawah rusun.
"Rencananya kita bangun seperti itu. Akan jadi aset Pemda yang dipisahkan dibawah PD Pasar Jaya. Nanti PD Pasar Jaya yang akan lakukan MoU dengan siapa saja, dengan pengembang atau apa, jadi konsepnya bawahnya adalah pasar, atasnya rusunawa," tutur Saefullah.
Mengenai warga yang terkena dampak kebakaran, menurut Saefullah laporan dari Wali Kota dan Camat sudah 50 persen yang meninggalkan penampungan.
"Mungkin ada yang pindah ke saudara atau apa itu kan, ada yang kontrak juga. Jadi yang masih bertahan 50 persen. Kalau SOP (standard operational procedure)-nya dari Dinas Sosial kita satu minggu. Tapi kalau satu minggu masih dibutuhkan keberadaan posko akan kita perpanjang untuk kebutuhan makannya, itu saja," jelas Saefullah.
(ysw)