Cuplikan Video Kisruh Rapat Ahok dan DPRD
Kamis, 05 Maret 2015 - 19:11 WIB
Cuplikan Video Kisruh Rapat Ahok dan DPRD
A
A
A
JAKARTA - Rapat antara Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI berakhir kisruh. Kekisruhan dikarenakan Ahok mengeluarkan amarahnya saat membahas APBD DKI Jakarta.
Ketegangan yang terjadi antara Ahok dengan DPRD terjadi dalam rapat mediasi kedua pihak ini di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (5/3/2015).
Rapat mediasi dua pihak ini sendiri dinyatakan deadlock. "Ini deadlock, enggak ada kesepakatan, kita tinggal tunggu surat keputusan menteri (Kepmendagri)," kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah.
Kekisruhan terjadi Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung sebagai pemimpin rapat akan menutup rapat dan memberi kesempatan pada Ahok untuk memberikan pernyataan penutup. Dalam pernyataannya Ahok kembali ke pokok permasalahan.
Namun pernyataan Ahok tidak dapat diterima oleh DPRD. Diawali dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung yang memotong pembicaraan Ahok.
Ahok pun mulai mengeluarkan karakternya dengan berbicara secara keras. Aksi ini pun mengundang reaksi dari anggota DPRD lain. "Pak Gub, saya kira bapak bisa menahan emosi bapak. Jangan teriak-teriak Pak Gub, Jangan kaya preman pak gubernur," kata salah satu anggota dewan.
"Bapak gubernur apa preman?" teriak salah seorang anggota dewan. Setelah itu, beberapa anggota dewan berdiri dan meneriaki Ahok tanpa menggunakan alat pengeras suara.
Menanggapi kekisruhan ini, Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung segera menutup rapat. "Saya mohon kita? rapat dengan tertib. Saya nyatakan ini proses evaluasi ditutup. Saya kira kami sudah cukup denhgn materi yang bapak ibu sampaikan. Jadi terima kasih, pak gub, wagub dan pimpinan dewan dan skpd. Dan saya sekali lagi terima kasih" ujar Yuswandi.
Bagaimana situasi sebenarnya di dalam ruang rapat. Terdapat cuplikan video yang tersebar di jejaring sosial. Salah satunya diunggah akun Black Channel di Youtube. Berikut cuplikannya.
Ketegangan yang terjadi antara Ahok dengan DPRD terjadi dalam rapat mediasi kedua pihak ini di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (5/3/2015).
Rapat mediasi dua pihak ini sendiri dinyatakan deadlock. "Ini deadlock, enggak ada kesepakatan, kita tinggal tunggu surat keputusan menteri (Kepmendagri)," kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah.
Kekisruhan terjadi Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung sebagai pemimpin rapat akan menutup rapat dan memberi kesempatan pada Ahok untuk memberikan pernyataan penutup. Dalam pernyataannya Ahok kembali ke pokok permasalahan.
Namun pernyataan Ahok tidak dapat diterima oleh DPRD. Diawali dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung yang memotong pembicaraan Ahok.
Ahok pun mulai mengeluarkan karakternya dengan berbicara secara keras. Aksi ini pun mengundang reaksi dari anggota DPRD lain. "Pak Gub, saya kira bapak bisa menahan emosi bapak. Jangan teriak-teriak Pak Gub, Jangan kaya preman pak gubernur," kata salah satu anggota dewan.
"Bapak gubernur apa preman?" teriak salah seorang anggota dewan. Setelah itu, beberapa anggota dewan berdiri dan meneriaki Ahok tanpa menggunakan alat pengeras suara.
Menanggapi kekisruhan ini, Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung segera menutup rapat. "Saya mohon kita? rapat dengan tertib. Saya nyatakan ini proses evaluasi ditutup. Saya kira kami sudah cukup denhgn materi yang bapak ibu sampaikan. Jadi terima kasih, pak gub, wagub dan pimpinan dewan dan skpd. Dan saya sekali lagi terima kasih" ujar Yuswandi.
Bagaimana situasi sebenarnya di dalam ruang rapat. Terdapat cuplikan video yang tersebar di jejaring sosial. Salah satunya diunggah akun Black Channel di Youtube. Berikut cuplikannya.
(hyk)