Pedagang Pasar Betung Tinggalkan Kios

Kamis, 05 Maret 2015 - 12:01 WIB
Pedagang Pasar Betung...
Pedagang Pasar Betung Tinggalkan Kios
A A A
PANGKALAN BALAI - Ratusan kios di Pasar Betung yang baru dibangun tahun 2014 lalu ditinggalkan pedagang. Letak kios berada di bagian belakang sehingga pembeli yang datang sangat sepi, menjadi asalan pedagang.

Akibatnya, pasar yang di bangun menggunakan dana APBD Banyuasin tahun 2013 dan bantuan dari pihak ketiga itu, terbengkalai. Suminah, pedagang sayur mengatakan, kios tersebut sudah lama tidak ditempatinya. Karena pembeli lebih suka berbelanja di kios yang berada di depan.

“Kami sempat jualan di sini selama sebulan atau tak lama selesai dibangun. Itu pun karena diperintahkan pengelola pasar. Kalau ada pembeli, tentu kami tetap bertahan di sana. Tapi kalau sepi, kami terus merugi,” keluhnya, kemarin. Warga Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung itu menceritakan, yang membuat pedagang merasa kecewa dan tertipu, pada saat kios sepi pembeli pengelola pasar bukan mencarikan solusi agar pembeli mau belanja ke kios bagian belakang. Mereka justru membangun kios baru di bagian depan.

“Sekarang di bagian depan pasar sudah ada kios baru. Padahal, dulu kami diusir berdagang di sana dan direlokasi ke kios baru di belakang, dengan alasan agar lebih tertata rapi dan akan digunakan untuk lahan parkir,” jelasnya. Keluhan lain juga disampaikan pedagang buah, Sulaiman, bahwa pengelola pasar tetap mengharuskan membayar karcis sebesar Rp8.000 dan iuran bulanan sebesar Rp22.000, meskipun kondisi pasar tetap sepi.

“Di Pasar Betung ini, setiap ada pergantian kepala pasar pasti ada peraturan baru. Dalam hal ini kita (pedagang) merasa dirugikan. Tapi sepertinya pemerintah tidak memerhatikan nasib kami, padahal kios tersebut dibeli seharga Rp1,5 juta,” bebernya. Secara terpisah, Kepala Pasar Betung Gunawan melalui stafnya, Harun mengakui, kios yang terletak di bagian belakang itu memang dibangun menggunakan dana APBD pada tahun 2013 yang lalu.

Kios yang kosong tersebut memang di tinggal pedagang, lantaran penjualan sedang sepi. “Berapa nilainya (bangunan pasar) saya kurang tahu. Tapi memang, sekarang sepi pembeli. Itu yang membuat mereka mengeluh dan memilih untuk pindah jualan ke bagian atas di bangunan baru,” ujarnya.

Namun Harun mengatakan, kios baru tersebut dibangun atas swadaya pedagang dibantu pihak kedua. Setiap pedagang dikenakan iuran per kiosnya sebesar Rp1,5 juta. “Sedangkan untuk yang sewa per hari mereka wajib membayar Rp10.000/hari dan iuran per bulan Rp22.000,” pungkasnya.

Yopie cipta raharja
(bhr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved