Musim Kemarau, Saatnya Sungai Dikeruk

Selasa, 03 Maret 2015 - 12:11 WIB
Musim Kemarau, Saatnya...
Musim Kemarau, Saatnya Sungai Dikeruk
A A A
MEDAN - Sepanjang musim hujan, warga Kota Medan diresahkan banjir. Mudahnya banjir disebabkan kondisi sungai dan drainase yang mengalami pendangkalan akibat sampah maupun tanah yang terbawa arus.

Untuk itu, memasuki musim kemarau ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan berbenah dengan mengeruk dan memperbaiki sungai dan drainase. “Pemko Medan selaku pelaksana sehari-hari harus memiliki terobosan untuk mengantisipasi banjir atau genangan air pada musim hujan mendatang. Salah satunya dengan membenahi serta mengeruk sungai dan drainase yang selama ini dinilai rawan banjir,” ungkap Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Kusnadi, kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Menurut dia, Pemko Medan sudah memiliki data daerahdaerah yang selama ini rawan banjir lantaran tidak maksimalnya fungsi sungai dan drainase. Dengan tuntasnya permasalahan sungai dan drainase, bisa menekan banjir yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

Dalam mengantisipasi banjir, perlu partisipasi masyarakat dengan memastikan saluran air atau drainase di depan rumah masing-masing berfungsi maksimal dan melakukan pengorekan secara bergotong royong. Selain itu, warga harus berhenti membuang sampah sembarangan.

Permasalahan sampah tidak bisa semata-mata langsung diserahkan kepada pemerintah karena menjadi masalah bersama dan harus diselesaikan bersama pula. “Peran warga sederhana, yakni memastikan drainase di sekitarnya bagus, terhindar dari sampah, dan harus terus menerus saling mengingatkan. Berapa kali pun pemko melakukan pengerukan kalau warga tidak mau berpartisipasi, akan tetap banjir juga,” ucapnya.

Permasalahan banjir juga tidak bisa hanya dibereskan di bagian hilir sungai, di tengah dan hulu juga akan diperbaiki. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo yang wilayahnya terdapat hulu sungai, Pemkab Deliserdang yang dialiri sungai dan Pemko Medan dihilir sungai, harus berkoordinasi untuk menuntaskan permasalahan banjir yang terjadi setiap musim hujan.

Jika salah satunya permasalahan sungai belum selesai, akan sia-sia pembenahan yang dilakukan di salah satu kota. “Peran provinsi sebenarnya sangat dibutuhkan dalam menangani banjir. Provinsi harus mengoordinasi ke tiga kabupaten/ kota tersebut agar sungai dari hulu hingga hilir benar-benar sudah berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komunitas Laskar Bocah Sungai Deli (Labosude), Budi Bahar Yong, menilai permasalahan sungai bagaikan buah simalakalma bagi warga di pinggiran sungai. Sebab, warga sangat membutuhkan kondisi sungai agar tetap bersih dan tidak mengalami pendangkalan.

Di sisi lain, warga mengalami kebingungan untuk membuang sampah ke mana lantaran minimnya tempat pembuangan sampah. “Banyak warga di pinggiran sungai yang terpaksa membuang sampah ke sungai karena tidak ada lagi pembuangan sampah, sedangkan mereka sangat membutuhkan sungai,” katanya.

Sementara itu, Hanafiah, 45, warga Medan Amplas, mengatakan, pemerintah sudah seharusnya membenahi kondisi drainase yang dinilai rawan dengan kebanjiran. “Banyak drainase yang sudah dangkal karena banyak sampah, makanya sudah saatnya dikeruk. Masyarakat dalam hal ini sudah saatnya sadar bahwa pentingnya agar sampah tidak dibuang sembarangan,” ujarnya.
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
16 menit yang lalu
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
1 jam yang lalu
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
1 jam yang lalu
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
2 jam yang lalu
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
2 jam yang lalu
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
3 jam yang lalu
Infografis
Upaya Mengatasi Banjir...
Upaya Mengatasi Banjir di Jakarta, 13 Sungai Dikeruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved