Tak Penuhi Akreditasi , 21 Kampus Ditutup

Senin, 02 Maret 2015 - 10:29 WIB
Tak Penuhi Akreditasi...
Tak Penuhi Akreditasi , 21 Kampus Ditutup
A A A
SLAWI - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan menutup program studi dan perguruan tinggi (PT) yang belum terakreditasi.

Sudah ada 71 program studi dan 21 perguruan tinggi yang ditutup karena syarat akreditasinya tak terpenuhi. “Kami lagi mapping pada beberapa perguruan tinggi atau program studi. Ada 71 program studi yang kami tutup, ada 21 PT yang juga kami tutup karena akreditasinya belum memenuhi,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir di sela-sela kunjungannya ke SMKN 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal, kemarin.

Menurut Nasir, penutupan dilakukan agar program studi dan perguruan tinggi yang akreditasinya belum memenuhi tidak menerima mahasiswa baru lagi. Lebih lanjut dia mengatakan, kementeriannya masih melakukan proses pembinaan terhadap perguruan tinggi dan program studi yang ditutup itu.

“ Nah , dalam proses pembinaan, nanti akan kami lakukan apakah perguruan tinggi atau program studi itu digabungkan pada universitas-universitas yang memiliki program yang sama atau bagaimana,” katanya.

Nasir menegaskan, pemenuhan akreditasi merupakan keharusan bagi perguruan tinggi dan program studi. Hal ini untuk memastikan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa benar- benar berkualitas dan masyarakat tidak sampai tertipu. “Masyarakat yang akan dirugikan.

Jangan sampai membangun, melakukan proses pendidikan, tapi kualitasnya dikorbankan. Maka akreditasi menjadi hal penting dan harus kita jaga. Ini jaminan pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Pencanangan SMKN 1 Adiwerna sebagai sekolah riset dan teknologi tersebut karena keberhasilannya dalam melakukan kegiatan riset berbasis teknologi dan lingkungan. Sekolah ini pernah memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2013 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami telah mendapatkan penghargaan bidang riset di sekitar 30 kejuaraan,” ujar Kepala SMKN 1 Adiwerna, Anon Priyantoro, kemarin.

Farid firdaus
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
1 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
2 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
2 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
2 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
3 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved