Hati-Hati Penipuan Lowongan Kerja

Senin, 23 Februari 2015 - 11:01 WIB
Hati-Hati Penipuan Lowongan...
Hati-Hati Penipuan Lowongan Kerja
A A A
MEDAN - Belakangan ini di Kota Medan banyak bertebaran brosur, pamflet dan iklan lowongan pekerjaan.

Brosur-brosur tersebut banyak dipasang di perempatan jalan, halte, mading kampus, atau tempat strategis yang mudah dibaca setiap orang. Jika dilihat sepintas isi brosur yang disebarkan sangat menarik minat pencari kerja. Seperti yang ditawarkan salah satu perusahaan yang menawarkan pengeleman bungkus teh celup.

Para pencari kerja ditawarkan pekerjaan mengelem bungkus teh celup dengan upah lumayan. Beberapa orang yang bekerja mengaku tertipu lantaran pekerjaannya jauh berbeda dengan yang dijanjikan dengan kesepakatan awal antara pekerja dan pihak perusahaan.

May Man, 31, warga Jalan Menteng VI mengaku istrinya bernama Desi, 21, tertipu dengan modus perusahaan itu. Dia mengakui mendapat informasi pekerjaan itu dari brosur. Dalam brosur itu tertulis “Dibutuhkan Mitra Freelance (Mitra Kerja) pengeleman kantong/ benang teh celup herbal dapat dikerjakan di rumah, penghasilan kerja ngelem 1 kotak/box (100 lembar) upah Rp50.000”.

Selanjutnya, dia bergegas mendatangi Kantor PT Hadena Indonesia (HDN) Cabang Utama Medan yang beralamat di Jalan Sakti Lubis Nomor 18 Simpang Limun Medan. Sesampainya di sana, dia mengaku dikenakan biaya pendaftaran Rp5.000. Beberapa hari kemudian dikenakan biaya keanggotaan Rp210.000.

Setelah mengikuti pendaftaran, dia diberikan kertas-kertas brosur dan bahan pengeleman teh. “Istri saya sudah bekerja tapi belum mendapatkan uang. Padahal, kami sudah mengeluarkan uang sebesar Rp210.000 ditambah Rp5.000 pendaftaran. Kami belum menerima biaya. Karena saya kesal saya minta uang kami dikembalikan karena saya menilai ini sudah penipuan. Namun, pihak Perusahaan tidak mau bayar,” katanya kepada KORAN SINDO MEDAN, Sabtu (21/2).

Keluhan yang sama disampaikan warga Jalan Bromo, Syarifuddin AL Ayubi Lubis. Dia merasa tertipu setelah meminta untuk mengelem boks yang kedua. Anehnya lagi para pekerja disuruh menyebarkan brosur dan anggota baru. Setelah mendapatkan anggota baru beberapa orang baru diperbolehkan melakukan pengeleman.

“Awalnya saya membayangkan kalau kerja hanya sekadar melakukan pengeleman dan dapat uang. Setelah membayar biaya pendaftaran sekitar Rp210.000, baru disampaikan harus menyebarkan brosur dan mendapatkan anggota baru,” katanya.

Tidak terima dengan sikap perusahaan, May Man dan Syarifuddin berencana mengumpulkan teman-teman yang merasa tertipu dengan perusahaan tersebut untuk melakukan aksi meminta uang mereka kembali. Selain itu, agar tidak ada lagi pencari kerja yang merasa tertipu. “Harusnya informasi dari awal harus jelas apa hak dan kewajibannya. Masak kita kerja malah rugi, kita demo,” katanya.

Terpisah, Bagian Keuangan PT Hadena Indonesia Cabang Utama Medan, Sarma, berdalih jika di tempat dia bekerja memiliki sistem dan sudah ada tertera di dalam brosur. Dia juga membantah pihaknya tidak menipu dan sudah sesuai kesepakatan.

Jika ada yang merasa tertipu, mereka tidak mengikuti sistem yang ada di perusahaan tersebut. “Kita bukan pabrik, ini kerjanya hanya order sponsor sistem,” katanya sambil menutup teleponnya.

Irwan siregar
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
20 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
37 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
55 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved