Kisah Istikomah Keluar dari Bus yang Terbalik di Tol
Sabtu, 21 Februari 2015 - 11:32 WIB
Kisah Istikomah Keluar dari Bus yang Terbalik di Tol
A
A
A
SEMARANG - Insiden kecelakaan tunggal Bus PO Sang Engon di Tol Jatingaleh itu menjadi cerita tersendiri bagi Istikomah. Dia adalah salah satu penumpang selamat pada insiden yang menewaskan belasan penumpang itu.
Menurut dia, mereka datang dari Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Mereka menuju Desa Dander, kemudian berangkat bersama – sama ke Pekalongan pada Kamis 19 Februari pukul 16.00.
Pengajian di Pekalongan yakni di rumah Habib Lutfi itu dimulai Jumat 20 Februari 2015 pukul 06.00 – 09.00. Pukul 10.00 WIB bus bertolak dari Pekalongan hendak kembali ke Bojonegoro.
“Saya duduk di kursi kiri, nomor 3 dari belakang. Saya tidak tahu persis kejadiannya, karena cepat sekali,” ungkap Istikomah yang kini dirawat di Ruang Flamboyan RS Bhayangkara Semarang, Jumat malam.
Saat kejadian, terdengar benturan. Dari situlah, hampir seisi bus terdengar suara takbir tak terkecuali Istikomah. Bus tergelincir dengan kondisi ringsek, sementara Istikomah berusaha keluar bus.
“Saya merangkak, pegangan pecahan kaca jendela sampai tidak terasa. Perut saya tertusuk pecahan kaca, dan dibawa ke RS Bhayangkara ini,” lanjutnya.
Korban selamat lain, Biutomo (30) warga Stren, Bojonegoro, mengatakan saat kejadian dia sedang tertidur.
“Saat bangun, bus ternyata sudah kecelakaan. Saya keluar lewat jendela yang pecah,” kata dia.
Menurut dia, mereka datang dari Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Mereka menuju Desa Dander, kemudian berangkat bersama – sama ke Pekalongan pada Kamis 19 Februari pukul 16.00.
Pengajian di Pekalongan yakni di rumah Habib Lutfi itu dimulai Jumat 20 Februari 2015 pukul 06.00 – 09.00. Pukul 10.00 WIB bus bertolak dari Pekalongan hendak kembali ke Bojonegoro.
“Saya duduk di kursi kiri, nomor 3 dari belakang. Saya tidak tahu persis kejadiannya, karena cepat sekali,” ungkap Istikomah yang kini dirawat di Ruang Flamboyan RS Bhayangkara Semarang, Jumat malam.
Saat kejadian, terdengar benturan. Dari situlah, hampir seisi bus terdengar suara takbir tak terkecuali Istikomah. Bus tergelincir dengan kondisi ringsek, sementara Istikomah berusaha keluar bus.
“Saya merangkak, pegangan pecahan kaca jendela sampai tidak terasa. Perut saya tertusuk pecahan kaca, dan dibawa ke RS Bhayangkara ini,” lanjutnya.
Korban selamat lain, Biutomo (30) warga Stren, Bojonegoro, mengatakan saat kejadian dia sedang tertidur.
“Saat bangun, bus ternyata sudah kecelakaan. Saya keluar lewat jendela yang pecah,” kata dia.
(sms)