Polda Selidiki Limbah Sido Muncul

Rabu, 18 Februari 2015 - 10:21 WIB
Polda Selidiki Limbah...
Polda Selidiki Limbah Sido Muncul
A A A
UNGARAN - Polda Jawa Tengah (Jateng) kemarin menerjunkan tim guna meneliti dugaan pencemaran Sungai Klampok di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Penyelidikan awal tersebut menyasar limbah yang dibuang PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ke Sungai Klampok. “Laporan dari masyarakat atau LSM yang mengarah (menduga) aliran Sungai Klampok ini dicemari limbah dari pabrik jamu Sido Muncul,” kata Kanit 3 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jateng Kompol Suhartono.

Dalam kegiatan penelitian tersebut, polisi melibatkan petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang dan peneliti independen. Ada tiga titik yang jadi fokus perhatian petugas, yakni di inlet dan outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dalam kompleks pabrik Sido Muncul serta di alur Sungai Klampok. Dari tiga tempat tersebut, petugas mengambil sampel air limbah dan air sungai. Tiap sampel air diambil sebanyak 5 liter.

“Untuk sampel air sungai, kami mengambil sampel di badan sungai paling dekat dengan lingkungan perusahaan,” ujar dia. Menurut Suhartono, hasil pengambilan sampel tersebut selanjutnya akan dilakukan uji laborat oleh laboratorium yang terakreditasi sesuai rekomendasi BLH. Hasil uji laboratorium akan diketahui paling tidak dalam dua pekan ke depan.

Jika uji sampel menunjukkan kualitas air yang ada jauh dari baku mutu yang dipersyaratkan maka langkah hukum akan ditegakkan, terkait Pasal 100 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Kami mengambil sampel terbuka, nanti hasilnya juga akan kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ucapnya.

Suhartono menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan atas hasil uji laboratorium air limbah sejumlah perusahaan yang ada di daerah aliran sungai (DAS) Klampok. Berdasar laporan BLH Kabupaten Semarang, pengujian itu dilakukan Sucofindo pada 2014 lalu dan hasilnya dinyatakan air limbah sesuai baku mutu yang disyaratkan. “Data itu akan menjadi bahan penelitian kami karena ternyata ada laporan pencemaran dari masyarakat,” katanya.

Manajer Plant PT Sido Muncul Hadi Hartojo menegaskan, sejauh ini pihaknya telah melaksanakan pengolahan limbah sesuai rekomendasi BLH. Dengan demikian, limbah hasil pengolahan sudah sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Hadi juga menghormati proses yang dilaksanakan aparat Polda Jateng mengingat hal itu bagian dari sistem kontrol dan pengawasan atas proses pengelolaan limbah pabriknya.

“Pengawasan itu tentunya memudahkan kami untuk melakukan perbaikan jika masih ada pengolahan limbah yang kurang optimal,” ucapnya. Kepala Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah AKBP Agus Setyawan mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan terkait dugaan pencemaran limbah oleh PT Sido Muncul. “Tadi anggota saya ambil sampel untuk diteliti lebih lanjut. Ahlinya juga dari BLH,” ujarnya.

Sampel yang diambil adalah limbah sebelum masuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), saat keluar IPAL dan kandungan air sungai. Air sungai yang dimaksud adalah Sungai Klampok, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. “Ya , berkaitan dengan adanya dugaan pencemaran limbah itu, kami tindak lanjuti. Hasilnya nanti tunggu diteliti lebih lanjut,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Kabupaten Semarang merekomendasikan perbaikan IPAL sejumlah perusahaan di sekitar Sungai Klampok. Selain Sido Muncul, ada juga PT Insanpaq Indonesia dan PT Grasia Husada Farma. Rekomendasi tersebut menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran di Sungai Klampok oleh Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI).

Agus joko/ eka setiawan
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
1 jam yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
2 jam yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
11 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
11 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
12 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
Denmark Ancam Greenland...
Denmark Ancam Greenland Setiap Kali Isu Kemerdekaan Muncul
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved