Pembangunan Waduk Rawa Kendal Mangkrak, Warga Kena Imbasnya

Senin, 16 Februari 2015 - 20:09 WIB
Pembangunan Waduk Rawa...
Pembangunan Waduk Rawa Kendal Mangkrak, Warga Kena Imbasnya
A A A
JAKARTA - Mangkraknya pengerjaan waduk Rawa Kendal, membuat sebagian wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara terendam banjir. Warga mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan waduk tersebut.

Waduk Rawa Kendal mulai dikerjakan April 2014 lalu. Rencananya, luas waduk itu mencapai 50 hektare. Namun hingga awal 2015 waduk sendiri baru dikerjakan 21 hektare, dan diserahkan oleh pihak pengembang.

Luasan 21 hektare, yang sudah diserahkan itu, baru sekitar 7 hektare diantara yang digarap sebagai tahap awal. Dari luasan tahap awal, baru sekitar 5 hektare yang dikeruk hingga kedalaman 4 meter.

Salah satu warga, Syamsuddin, 40 mengaku pemukimannya tergenang hingga kedalaman sekitar 50 sentimeter saat terjadi hujan deras sejak Senin 9 Februari 2015 lalu. Bahkan genangan baru benar-benar surut dari rumahnya di Karang Kendal, RT04/14, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu 14 Februari 2015 lalu.

"Waktu masih jadi sawah dan belum dibuat waduk tidak pernah tergenang seperti kemarin. Ini kemarin pemukiman kami tergenang sampai 50 sentimeter dan benar-benar surut baru dua hari lalu," ujarnya, Senin (16/2/2015).

Karenanya, ia berharap agar pengerjaan waduk segera dilanjutkan. Sebab, diharapkannya bila pembuatan waduk selesai wilayah Rorotan dan Marunda bisa terbebas genangan.

Sementara itu, Kepala UPT Peralatan dan Perbekalan Dinas Tata Air DKI Jakarta, Aris Komaris Nandhika, membenarkan pengerjaan terhenti sejak Desember lalu. Dari luasan sekitar 7 hektare yang dijadwalkan sebagai pengerjaan tahap awal, sudah sekitar 5 hektare diantara didalami hingga mencapai 4 meter.

"Sisa bagian tengah sekitar 2 hektare yang belum mencapai 4 meter. Nanti bulan depan akan kita mulai lagi menyelesaikan tahap awal dan melakukan perapihan," ujarnya.

Senada, Kepala Bidang Sungai dan Pantai Aliran Timur Dinas Tata Air DKI Jakarta, Monang Ritonga, membenarkan belum seluruh bagian 21 hektare yang sudah diserahkan pengembang dapat dikerjakan. Sebab sebagian lokasi terpisah mengakibatkan pengerukan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahap.

"Untuk pembebasan sisa lahan masih dikaji. Apakah nanti melalui APBD, CSR atau kewajiban pengembang masih kita kaji," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Waduk Lebak Bulus Bakal...
Waduk Lebak Bulus Bakal Dibangun di Lokasi Ini
Asal Nama Pluit Diambil...
Asal Nama Pluit Diambil dari Kapal Panjang Ramping
Pembangunan Waduk Lebak...
Pembangunan Waduk Lebak Bulus
Ribuan Ikan di Waduk...
Ribuan Ikan di Waduk Mati Mendadak, Ini Langkah PT SIER
Baru Pamer Keindahan,...
Baru Pamer Keindahan, Taman Waduk Daan Mogot Sudah Dipenuhi Sampah
Pembangunan Waduk Kamal...
Pembangunan Waduk Kamal Jakarta Barat Masih Proses Pembebasan Lahan
Berita Terkini
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
51 menit yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
1 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
9 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
12 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
13 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
14 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved