Pola Tanam Sleman Dinasionalkan

Sabtu, 14 Februari 2015 - 11:34 WIB
Pola Tanam Sleman Dinasionalkan
Pola Tanam Sleman Dinasionalkan
A A A
SLEMAN - Keberhasilan Sleman meningkatkan hasil produksi pertanian melalui sistem Mina dan Udang Galah Padi atau Ugadi direspons positif oleh pemerintah pusat. Sistem ini bukan hanya meningkatkan hasil produksi pertanian, terutama padi, ikan, dan udang.

Tapi juga sektor lain seperti pariwisata sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Atas keberhasilan ini, pemerintah berencana menerapkan sistem tersebut di wilayah Indonesia lainnya. Sebagai langkah awal, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih dan anggota Wantimpres Sidarta kemarin mengunjungi Sleman untuk melihat langsung pola tanam tersebut.

Sri Adiningsih mengatakan, keberhasilan Sleman dalam meningkatkan produksi pertanian dengan sistem mina dan ugadi telah menarik perhatian pemerintah. Apalagi dengan sistem ini dapat meningkatkan produksi hingga 30%. Dia menambahkan, sistem seperti ini bukan hanya bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Nusantara, juga mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

“Pengembangan produksi pangan yang terintegrasi dengan padi, ikan, dan udang serta tanaman di pinggiran lahan dalam satu lahan pertanian merupakan langkah maju. Ini luar biasa bisa mendukung keberhasilan swasembada pangan,” puji Sri Adiningsih usai penebaran benih udang galah pada lahan pertanian padi di Dusun Dero, Harjobinangun, Pakem, Sleman, kemarin.

Menurut Sri Adiningsih, dengan meningkatkan hasil produksi pertanian itu, bukan hanya akan meningkatkan penghasilan petani dan pertumbuhan ekonomi. Tapi juga mampu mempercepat target swasembada pangan. Apalagi lahan pertanian sekarang juga semakin sempit sehingga cara seperti ini merupakan hal yang sangat efektif. “Kami akan melaporkan hal ini kepada presiden,” ujarnya.

Anggota kelompok Tani Mina Muda Samberembe, Pakem, Satrianto mengatakan, selain produksi pertanian meningkat, sistem mina dan ugadi juga mengurangi penggunaan pupuk sampai 70%. Sebab kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman. Selain itu, sambung dia, tanaman kokok dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang.

Bahkan tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam. “Untuk kendala, kami kesulitan memperoleh benih udang karena harus indent selama dua bulan. Juga belum adanya teknologi untuk mengolah pakan ikan alternatif dengan menggunakan bahan-bahan dari lingkungan lokal,” katanya.

Sekretaris daerah (Sekda) Sleman Sunartono mengatakan, dari 22.000 hektare (ha) lahan pertanian di Sleman, untuk pengembangan mina dan ugadi belum ada 1%. Yaitu baru 63 ha atau 0,28%. Ini lantaran tidak semua lahan pertanian bisa dijadikan lahan mina dan ugadi. “Sistem ini telah kami lakukan sejak dua tahun lalu,” tandasnya.

Priyo setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
8 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved