Bayi Berukuran Jumbo Lahir di Semarang

Jum'at, 13 Februari 2015 - 10:32 WIB
Bayi Berukuran Jumbo...
Bayi Berukuran Jumbo Lahir di Semarang
A A A
SEMARANG - Bayi berukuran tak normal lahir di RSUD Kota Semarang. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki bobot 5 kg.

Bayi pasangan Ayu Eprinandia, 26, dan Erik Muslim Bimasakti, 24, tersebut lahir melalui operasi Caesar, Selasa (10/2) sore. Ibunda sang bayi, Ayu Eprinandia, mengaku tidak menyangka putra pertamanya memiliki ukuran sebesar itu. Sebelum melahirkan, dia sempat menimbang bobot janin yang dikandungnya seberat 3,8 kg.

“Terkejut sekali, tidak ada tanda-tanda akan sebesar ini. Saat terakhir kontraksi, beratnya masih 3,8 kg,” ucapnya saat ditemui di ruang Perinatologi RSUD Kota Semarang kemarin. Karena ukuran bayinya yang tidaksepertibayilainnya, keinginan Ayu untuk melahirkan secara normal urung dilakukan.

Dia terpaksa melakukan operasi Caesar untuk melahirkan putra pertamanya itu. “Akan kami beri nama Al Enrique Curt Arrasyid,” ucap warga Jangli Krajan RT 3/ RW 6 Kelurahan Candisari, Kecamatan Karanganyar Gunung, Semarang itu. Besarnya tubuh bayi itu dimungkinkan oleh beberapa faktor, termasuk sang ayah yang memiliki tinggi lebih dari 190 cm.

Atau bisa juga dikarenakan sang ibu memiliki riwayat diabetes dan gemar makan es krim. “Saya tahu punya diabet, saya kurangi nasi tapi ngemilnya es krim sama buah,” ujar ibu yang masih berstatus mahasiswi itu. Direktur RSUD Kota Semarang dr Susi Herawati mengatakan, bayi berukuran jumbo tersebut kini sedang dalam penanganan khusus.

Sebab, cairan tubuh yang dibutuhkan lebih banyak dan untuk memacu jantungnya juga lebih berat. “Besar itu justru hati-hati, badannya besar tapi organnya tetap sama, masih kecil. Tapi ini ASI ibunya sudah keluar dan kondisi bayi ini sehat,” ungkapnya. Sebelum kelahiran bayi berukuran jumbo tersebut, selang beberapa jam sebelumnya, yakni pukul 11.55 WIB lahir pula seorang bayi yang memiliki ukuran tak normal.

Bayi laki-laki dari pasangan Rumiarsih, 33, dan Suharmanto, 31, hanya memiliki berat 800 gram. Bayi tersebut lahir secara prematur dan mendapat perawatan khusus di ruang special care neonatal. “Orang tuanya sehat, sudah kembali ke rumahnya di Demak, tapi anaknya masih harus di sini karena harus memiliki perawatan ekstra,” papar Susi.

Ada beberapa dugaan faktor yang menyebabkan putra dari Rumiarsih itu berukuran kecil dan harus lahir prematur. Di antaranya ibunya kelelahan, anemia, kecelakaan, dan sebagainya. “Banyak kasus penyebabnya, namun ini bukan pertama kali kami menangani bayi-bayi seperti itu. Dulu pernah ada dan berhasil survive,” tandasnya.

Andika Prabowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
49 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved