Nyaris Masuk Sungai Lematang

Kamis, 12 Februari 2015 - 09:13 WIB
Nyaris Masuk Sungai...
Nyaris Masuk Sungai Lematang
A A A
MUARAENIM - Perasaan takut saat ini dialami keluarga Amadin, 45, warga Desa Lubuk Ampelas, Kecamatan Muaraenim, kemarin.

Amadin takut saat sedang tidur pulas rumahnya longsor dan hanyut dibawa Sungai Lematang. Karena saat ini, bagian depan rumahnya sudah mengalami ambles beberapa hari lalu. Apalagi kata Amadin, hampir tiap hari wilayah tersebut diguyur hujan. Kebetulan rumahnya berada di titik paling ujung irigasi pembuangan air desanya ke Sungai Lematang.

Belum lagi, melihat debit air Sungai Lematang yang makin tinggi, ia cemas dan khawatir longsor akan semakin parah. Apa lagi lokasi rumahnya berdiri hanya beberapa meter dari bibir Sungai Lematang. “Awalnya, longsornya kecil dan kita sudah berupaya memasang fondasi, tapi karena bagian bawah tanahnya tergerus air terus, jadi tanahnya meng gantung dan ambles,” ungkapnya.

Melihat kondisi longsoran tanah yang nyaris memakan halaman rumahnya, Amadin dan keluarganya mengaku takut saat tidur rumahnya lonsor dan masuk ke dalam sungai. Selain itu menurutnya, lokasi longsor tersebut juga berada di dekat pangkal jembatan rangka baja yang menghubung kan Kelurahan Tungkal de ngan Desa Lubuk Empelas. Kondisi ini dikhawatirkan bisa berpengaruh kepada jembatan. “Bisa lihat sendiri tanahnya sudah begini, kalau tidak segera, bisa terus longsor dan saya minta perhatian dari pihak terkait,” harapnya.

Kepala Desa Lubuk Empelas Edi Alamsyah mengatakan, ia sudah mengetahui kondisi tersebut dan sudah melaporkan secara lisan ke Pemerintah Kecamatan Muaraenim. Ia berharap, pihak terkait bisa dengan cepat menanggulangi kondisi ini, apalagi titik longsor berada di pangkal jembatan. “Harapan kami segera diperbaiki sebelum kejadian atau longsornya makin parah dan memakankorbanjiwa,” ujarnya.

Di tempat lain, kepanikan juga dirasakan warga yang tinggal di sepanjang jalur Sungai Enim, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul. Pasalnya, saat ini debit air Sungai Enim terus mengalami kenaikan dan jaraknya dari permukiman warga hanya beberapa meter saja. Camat Lawang Kidul Asarli Manudin mengimbau seluruh warga terutama yang tinggal dan berdomisili di bantaran Sungai Enim untuk meng urangi aktivitas mereka di sungai. Dengan debit air yang tinggi dan arus yang cukup deras, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami minta berhati-hati saat melakukan aktivitas sanitasi di sungai, karena memang tidak sedikit warga kita yang menggantungkan sanitasi mereka di Sungai Enim,” katanya.

Irhamudin sp
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
44 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved