Banjir Rugikan Pengguna & Pengusaha Transportasi
Rabu, 11 Februari 2015 - 01:19 WIB
Banjir Rugikan Pengguna & Pengusaha Transportasi
A
A
A
JAKARTA - Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta merugikan pengguna, dan pengusaha transportasi umum. Kerugian waktu, karena ada beberapa koridor busway yang tidak berfungsi.
"Ingat istilah time is money, kerugian finansial ada, yang biasa naik sekali dua kali, sekarang tidak bisa. Harus naik beberapa kali karena ada beberapa koridor yang tidak berfungsi," kata pengamat transportasi Ellen Tangkudung saat dihubungi Sindonews, Selasa 10 Februari 2015.
Walaupun ada koridor yang bisa jalan, kata dia, tetap memakan waktu, sehingga perjalanan terhambat. Memakan waktu lebih lama karena menghindari jalan yang tergenang air.
Selain itu, kata dia, pemilik usaha transportasi umum pun mengalami kerugian. Biaya operasional tetap harus dikeluarkan meskipun beberapa ruas jalan terkena banjir.
"Yang punya bisnis transportasi mengalamai kerugian. Kendaraan itu apapun bentuknya, KWK, mikrolet, bus kecil dioperasikan. Tidak libur harus bayarn kompomen operasionalnya," tuturnya.
Dengan itu dampak kerugian materi pun ada. Perbaikannya pun menurutnya, belum terselesaikan meski sudah ada proyek banjir kanal barat, banjir kanal timur serta sodetan.
"Perkiraan kasarnya saya belum bisa hitung. Koridor mana yang tidak jalan, operator mana yang tidak jalan," pungkasnya.
"Ingat istilah time is money, kerugian finansial ada, yang biasa naik sekali dua kali, sekarang tidak bisa. Harus naik beberapa kali karena ada beberapa koridor yang tidak berfungsi," kata pengamat transportasi Ellen Tangkudung saat dihubungi Sindonews, Selasa 10 Februari 2015.
Walaupun ada koridor yang bisa jalan, kata dia, tetap memakan waktu, sehingga perjalanan terhambat. Memakan waktu lebih lama karena menghindari jalan yang tergenang air.
Selain itu, kata dia, pemilik usaha transportasi umum pun mengalami kerugian. Biaya operasional tetap harus dikeluarkan meskipun beberapa ruas jalan terkena banjir.
"Yang punya bisnis transportasi mengalamai kerugian. Kendaraan itu apapun bentuknya, KWK, mikrolet, bus kecil dioperasikan. Tidak libur harus bayarn kompomen operasionalnya," tuturnya.
Dengan itu dampak kerugian materi pun ada. Perbaikannya pun menurutnya, belum terselesaikan meski sudah ada proyek banjir kanal barat, banjir kanal timur serta sodetan.
"Perkiraan kasarnya saya belum bisa hitung. Koridor mana yang tidak jalan, operator mana yang tidak jalan," pungkasnya.
(mhd)