Dua Bulan Warga Hidup Bersama Banjir

Rabu, 04 Februari 2015 - 13:31 WIB
Dua Bulan Warga Hidup...
Dua Bulan Warga Hidup Bersama Banjir
A A A
TAPANULI SELATAN - Dua bulan sudah warga Kelurahan Raniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), hidup bersama banjir yang tak kunjung surut.

Mereka meminta perhatian khusus dari pemerintah untuk segera menanggulangi luapan air dari Sungai Batangtoru tersebut. Saat ini, warga setempat harus menyediakan perahu di depan rumah masing-masing sebagai alat transportasi karena ketinggian air hingga saat ini masih mencapai dua meter di halaman.

Beruntung, warga Raniate banyak yang memiliki rumah panggung sehingga mereka tetap aman di rumah. Namun, anak-anak yang terbiasa bermain di halaman rumah terpaksa harus bermain di dalam air sambil menaiki perahu. Sampai saat ini, warga masih khawatir ketinggian air akan meningkat mengingat cuaca di daerah tersebut masih ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi.

“Kami meminta pemerintah, terutama pemerintah pusat untuk memperhatikan kondisi di kelurahan ini. Sampai saat ini kami belum bisa beraktivitas seperti biasa karena air masih tinggi di halaman rumah,” ungkap tokoh masyarakat di daerah itu, Jalalluddin Nasution, 54, Selasa (3/2).

Warga awalnya tidak menyangka desa mereka dikepung banjir hingga dua bulan la-manya. Warga memang sudah sering menjadi langganan banjir, namun tidak sampai selama ini. “Ternyata banjir sudah sampai dua bulan ini belumsurut,” tuturnya.

Tokoh ulama Kelurahan Raniate, Pargolakan Sitompul, 50, mengatakan, kelurahan itu masih digenangi air karena pendangkalan Sungai Batangtoru yang mengalir di sekitar daerah itu hingga ke Danau Siais. Sungai tidak mampu lagi menampung debit air sehingga meluap hingga ke permukiman warga. “Untuk mempercepat air surut, maka pemerintah harus melakukan normalisasi sungai sehingga aliran sungai kembali normal,” tuturnya.

Sementara Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu mengharapkan kepada masyarakat setempat agar bersabar menunggu normalisasi Sungai Batangtoru. Sebagaimana yang pernah disampaikannya, tahun ini pemerintah pusat baru akan melakukan pemetaan dan membuat desain aliran sungai.

Sementara pekerjaan normalisasi baru dilakukan pada 2016. “Pemetaan sungai harus dilakukan sebelum pekerjaan normalisasi,” tandasnya.

zia ul haq nasution
(ars)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
9 menit yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
23 menit yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
28 menit yang lalu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
54 menit yang lalu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
1 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved