Bahaya! Fogging Bisa Menyebabkan Kerusakan Hati

Jum'at, 30 Januari 2015 - 22:22 WIB
Bahaya! Fogging Bisa...
Bahaya! Fogging Bisa Menyebabkan Kerusakan Hati
A A A
MANADO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara menetapkan sejumlah wilayahnya yang dilanda wabah demam berdarah dengue (DBD) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dengan ditetapkannya status KLB itu, sejumlah masyarakat meminta segera dilakukan fogging di setiap lingkungan. Padahal, fogging tak bisa dilakukan di sembarang tempat dan kondisi tertentu.

"Fogging bisa dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Di antaranya jika wilayah tersebut telah mengalami kasus penyakit demam berdarah maupun malaria," kata Kadis Kesehatan Manado Robby Mottoh, Jumat (30/1/2015).

Wakil Direktur RS Ratumbuysang Manado dr Enrico Rawung menambahkan, fogging merupakan penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa, dan memberi efek berbahaya bagi masyarakat.

“Terlalu sering terpapar asap fogging dapat merusak jaringan hati,” terangnya.

Dijelaskannya, hati adalah organ yang berfungsi membantu ginjal sebagai penetral dan penyaring racun dan dikeluarkan lewat urin. Kerusakan hati berakibat fatal bagi manusia," ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam jangka pendek setelah terpapar asap fogging, seseorang dapat menderita sakit kepala, pusing, mual, sakit dada, muntah-muntah, kudis, sakit otot, keringat berlebihan, kram, diare, sulit bernafas, pandangan kabur, dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

"Tak hanya itu, fogging juga bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Sebab itu, lebih baik mencegah dengan gerakan 3M," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
6 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
13 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
29 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved