Tujuh Penderita Demam Berdarah di Brebes Meninggal

Jum'at, 30 Januari 2015 - 20:07 WIB
Tujuh Penderita Demam...
Tujuh Penderita Demam Berdarah di Brebes Meninggal
A A A
BREBES - Tak sampai satu bulan, tujuh penderita demam berdarah di Kabupaten Brebes meninggal dunia. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan kurun waktu yang sama tahun lalu.

Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Awaludin mengatakan, jumlah penderita kasus demam berdarah sejak awal Januari hingga Jumat (30/1/2015) mencapai 64 kasus.

"Dari jumlah itu ada tujuh orang yang meninggal dunia. Mereka rata-rata adalah anak-anak," kata Awaludin kepada Sindonews.com, Jumat (30/1/2015).

Dari segi jumlah kasus, memang masih lebih sedikit dibandingkan jumlah kasus yang muncul pada kurun waktu yang sama tahun lalu. Tahun 2014, dalam satu bulan jumlah kasus demam berdarah mencapai 86 kasus.

"Tapi dari jumlah korban yang meninggal, jumlahnya meningkat. Tahun lalu pada bulan Januari korban meninggal ada empat orang," ujar dia.

Menurut Awaludin, hampir di semua kecamatan ditemukan kasus demam berdarah, termasuk di kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah Brebes bagian selatan seperti Kecamatan Bumiayu, Salem, hingga Paguyangan.

"Sebagian besar kasus terjadi di wilayah pantura. Kalau yang di wilayah selatan kasusnya terjadi karena ada warga sana yang terjangkit saat bekerja di daerah pantura," ujarnya.

Awaludin mengutarakan, tingginya kasus demam berdarah selalu terjadi saat musim hujan. Sebab, potensi jentik nyamuk hidup dan berkembang biak lebih besar saat musim hujan karena banyaknya tempat yang mudah tergenang air.

"Makanya kami selalu mengingatkan dan menyosialisasikan agar masyarakat menjaga perilaku hidup sehat. Tempat-tempat penyimpanan air rutin dibersihkan dan barang-barang yang mudah tergenang air dibuang," ucapnya.

Selain langkah sosialisasi, upaya pemberantasan sarang nyamuk juga dilakukan dengan cara fogging atau pengasapan di wilayah-wilayah yang sudah terjadi penularan penyakit demam berdarah.

"Masyarakat seringkali maunya fogging. Padahal sebenarnya yang lebih efektif adalah upaya pencegahan dengan menjaga pola hidup dan kebersihan lingkungan secara rutin. Fogging hanya mencegah penularan dan memberantas nyamuk dewasa, jentiknya tidak."
(zik)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
1 jam yang lalu
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
1 jam yang lalu
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
1 jam yang lalu
Puluhan Pendukung Roy...
Puluhan Pendukung Roy Suryo Hadiri Sidang Putusan Praperadilan di PN Jaksel
2 jam yang lalu
Pramono: Terowongan...
Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City, Urai Macet dan Bisa Jadi Sentra UMKM
2 jam yang lalu
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved