Anggaran Penanganan Demam Berdarah di Jatim Tak Terbatas

Jum'at, 30 Januari 2015 - 13:29 WIB
Anggaran Penanganan...
Anggaran Penanganan Demam Berdarah di Jatim Tak Terbatas
A A A
SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyediakan anggaran yang tidak terbatas untuk penanganan demam berdarah. Hal ini menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah di 15 daerah di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, penanganan KLB demam berdarah ini sudah masuk dalam anggaran tak terduga sehingga masing-masing daerah diminta tidak khawatir untuk persoalan dana.

"Masalah anggaran jangan khawatir. Semua masuk ke anggaran tidak terduga dan tidak terbatas," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, Jumat (30/1/2015).

Sayangnya, mantan Sekdaprov Jatim ini tidak menyebut berapa jumlah pasti anggaran untuk penanganan KLB demam berdarah di Jawa Timur. Menurutnya, wilayah yang sudah ditetapkan KLB membutuhkan peran serta dari kepala daerah masing-masing.

Ia juga meminta kepada kepala daerah melaporkan ke provinsi jika wilayahnya membutuhkan bantuan untuk penanganan. Yang terpenting adalah warga Jawa Timur bisa terhindar dari wabah demam berdarah.

"Penanganannya selama ini masih di tingkat daerah. Tapi kalau butuh dan kekurangan, Pemprov pasti membantu," katanya.

Selain itu, peran serta masyarakat juga dibutuhkan ketika saudara atau tetangganya mengalami tanda-tanda demam berdarah. Sebab, nyamuk penyebar demam berdarah ini sudah mengalami metamorfosis. Salah satunya, gejala yang dialami penderita demam berdarah tidak selalu dimulai dengan tanda bintik-bintik merah di kulit.

"Kalau terlambat penanganannya bisa meninggal seperti di Jombang," tambahnya.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim telah menetapkan 15 daerah berstatus KLB demam berdarah. Ke-15 daerah tersebut adalah Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pamekasan.

Kemudian, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lamongan, serta Kota Mojokerto.
(zik)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
1 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
2 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
2 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
3 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
3 jam yang lalu
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved