Dikumperindag Sidak Apel Asal AS

Kamis, 29 Januari 2015 - 11:49 WIB
Dikumperindag Sidak...
Dikumperindag Sidak Apel Asal AS
A A A
PURWAKARTA - Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Purwakarta inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah minimarket dan pedagang buah-buahan yang ada di pasar tradisional maupun swalayan kemarin.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan apel impor asal Amerika yang dinyatakan mengandung bakteri berbahya jenis listeria monocytogenes. Seperti diketahui, bakteri lis teria monocytogenes merupakan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Apel ini masih dijual bebas di pasaran, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

Hal ini karena tidak semua masyarakat mengetahui mengenai larangan pemerintah yang secara resmi melarang menjual dan mengonsumsi dua jenis apel asal California, Amerika Serikat (AS) tersebut. Dua jenis apel itu adalah Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, yang biasa dijual dengan merek Grannys Best dan Big B.

Dari pantauan di lapangan, sidak digelar sekitar pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB siang. Setelah di lakukan penyisiran jajaran diskumperindag menemukan 20 kilogram apel jenis tersebut. Apel ini kemudian dimankan untuk dilakukan penelitian kembali guna memastikan dan mengetahui kabar bakteri berbahaya yang terkandung secara langsung.

“Dua jenis apel yang di pasarkan dengan kode CA93312 diduga terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes dan kabarnya telah mengakibatkan lima orang tewas dan puluhan orang sakit di negara asalnya. Informasi ini membuat kami resah dan lansung melakukan penindakan dengan melakukan oprasi pasar,”kata Kadis Diskumperindag Kabupaten Purwakarta Deddy Ependi kepada KORAN SINDO.

Deddy menambahkan, untuk langkah selajutnya pihaknya akan membuat surat edaran kepada penjual buah-buahan dan minimarket serta pasar-pasar tradisional dan juga swalayan agar untuk sementara tidak menjual apel impor itu. Bahkan imbauan langsung kepada masyarakat agar sementara jangan mengonsumsi apel impor asal negara Paman Sam itu.

“Surat edaran itu berisi infomasi mengenai ciri-ciri apel itu dan juga zat berbahaya yang terkadung. Untuk itu kami dari pemerintah untuk sementara melarang menjual dan mengonsumsi apel impor itu. Suratnya akan disebarkan besok (hari ini), sekarang masih dibuat,”pungkas dia.

Didin Jalaludin
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
39 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
7 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved