Penyusunan Keuangan Desa Masih Buruk

Rabu, 28 Januari 2015 - 05:12 WIB
Penyusunan Keuangan...
Penyusunan Keuangan Desa Masih Buruk
A A A
YOGYAKARTA - Penyusunan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa (RAPBDesa) di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga kini masih buruk.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo menjelaskan, dari hasil dialog dengan perangkat desa di Gunungkidul, belum ada desa yang benar dalam pengelolaan anggaran di desa.

Padahal, ke depan, desa harus menerima tim audit BPK yang akan melihat langsung pelaksanaan keuangan desa. "Kita berharap desa benar-benar berbenah, karena ada aturan penggunaan anggaran," terangnya kepada wartawan usai dialog dengan paguyuban kepala desa dan perangkat desa yang tergabung dalam Semar di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (28/1/2014).

Menurutnya, perlahan-lahan, pemeritah desa akan dihadapkan pada proses pengetatan anggaran seperti kabupaten dan Pemda DIY. Untuk itu. dibutuhkan pemahaman aturan yang jelas dan tidak dengan pola mengira-ngira sesuai dengan keinginan segelintir orang.

" Program kepala desa harus disampaikan pada semua perangkat desa dan dipadukan dengan aturan, kalau kades berjalan sendiri-sendiri sama dengan membuat kuburan bagi kades," lanjutnya.

Dia berharap, dalam waktu dua tahun desa bisa jeli dan cermat dengan aturan. Dengan demikian, desa memilki dokumen perencanaan anggaran yang bisa dipertanggung jawabkan." Semua prosesnya ada mekanisme, tidak asal seenaknya saja," katanya.

Dia kemudian menyontohkan pembagian jelas tentang tanah desa. Di antaranya tanah kas desa, lungguh, dan pengarem-arem." Dalam aturan ada, jangan dilanggar, komposisinya harus jelas," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Paguyuban Kades dan Perangkat Desa Semar, Istandi, berharap kehadiran DPPKAD dan juga Sekda DIY Ichsanuri memberikan wacana baru mengenai pengelolaan keuangan desa.

Pihaknya juga siap untuk membuka wacana dan meningkatkan kapasitas perangkat desa, terkait dengan pengelolaan keuangan yang ternyata belum benar."Kami memang harus berbenah. Karena APBDesa juga sangat ketat aturannya," ucapnya.
(lis)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved